Showing posts with label film. Show all posts
Showing posts with label film. Show all posts

Thursday, 26 December 2024

 

Sebagai seorang guru, saya merasa sangat terinspirasi dan tersentuh setelah menonton film Laskar Pelangi. Film ini, yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata, membawa saya untuk merenungkan kembali peran pendidikan dalam kehidupan setiap individu, khususnya di daerah yang kurang mendapat perhatian.


Laskar Pelangi menceritakan kisah perjuangan 10 anak dari desa terpencil di Belitung, yang dipimpin oleh seorang guru wanita bernama Bu Muslimah, yang penuh dedikasi dan pengabdian. Walaupun terbatas oleh segala keterbatasan, mulai dari fasilitas hingga dukungan, semangat belajar mereka tidak pernah padam. Setiap anak di dalam kelompok ini memiliki karakter dan impian yang berbeda, namun mereka semua bersatu karena kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan rasa ingin tahu yang besar.


Sebagai seorang guru, saya bisa merasakan betapa beratnya tugas Bu Muslimah dalam mendidik dan membimbing anak-anak yang hidup dalam kondisi yang penuh tantangan. Dedikasinya untuk mencerdaskan anak-anak, meskipun harus berhadapan dengan berbagai kekurangan, mengingatkan saya pada nilai-nilai yang seharusnya dimiliki oleh setiap pengajar: kesabaran, ketulusan, dan komitmen untuk melihat anak-anak tumbuh dan berkembang.


Salah satu hal yang sangat mengena bagi saya adalah bagaimana film ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu secara akademis, tetapi juga tentang bagaimana guru dapat menjadi pilar untuk memberi semangat, kepercayaan diri, dan harapan bagi anak-anak. Di tengah keterbatasan sarana dan prasana, para siswa di Laskar Pelangi menunjukkan bahwa kemauan dan semangat yang tinggi jauh lebih penting daripada fasilitas yang ada.


Pesan lain yang tersampaikan adalah tentang pentingnya menghargai setiap individu, terlepas dari latar belakang atau kondisi ekonomi mereka. Anak-anak dalam Laskar Pelangi mungkin tidak memiliki segalanya, namun mereka memiliki mimpi dan rasa ingin tahu yang kuat, yang seharusnya menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama sebagai pendidik.


Secara visual, film ini sangat menggugah hati. Lanskap Belitung yang indah memberikan latar belakang yang kuat untuk cerita, namun yang lebih penting adalah bagaimana karakter-karakter dalam film ini digambarkan dengan sangat manusiawi. Saya merasa sangat dekat dengan setiap anak dalam kelompok Laskar Pelangi—mereka tidak hanya sekadar murid, tetapi juga bagian dari perjalanan kita sebagai guru.


Akhir kata, Laskar Pelangi bukan hanya sebuah film yang menyentuh, tetapi juga mengajarkan kita tentang nilai-nilai pendidikan sejati: perjuangan, harapan, dan cinta yang tanpa syarat. Sebagai seorang guru, film ini mengingatkan saya untuk terus berusaha memberikan yang terbaik bagi murid-murid saya, tidak peduli seberapa besar tantangan yang saya hadapi. Pendidikan adalah kunci untuk membuka dunia yang lebih baik, dan film ini adalah bukti nyata dari hal tersebut.

Monday, 29 May 2023


Waktu awal nonton trailer film Hati Suhita, aku enggak terlalu berekspektasi tinggi terhadapnya.  Cerita yang diangkat sebenarnya udah terlalu umum dan membosankan di kalangan drama perfilman Indonesia. Selain karena hal tersebut, sebagai penikmat film horor, menonton film drama-drama begini adalah sesuatu yang bikin mengantuk. Hehe.

Film ini bercerita tentang perjodohan yang dialami oleh Gus Biru terhadap perempuan bernama Alina Suhita. Gus Biru merupakan anak seorang pengasuh pesantren yang pada awalnya diminta untuk meneruskan kepemimpinan di pesantren tersebut, hanya saja ia tak mau. Gus Biru lebih memilih untuk membuka bisnis kafe yang tentu saja bertolak belakang dengan kehidupan pesantren. Atas dasar tersebutlah, ia kemudian dijodohkan dengan Alina Suhita dengan harapan agar Alina Suhita dapat melanjutkan tongkat kepemimpinan di pesantren yang dipimpin oleh orangtua Gus Biru.

Setelah perjodohan dan pernikahan dilaksanakan, Gus Biru dengan santainya mengatakan kepada Alina Suhita kalau ia tidak mencintai Suhita dan tidak akan menyentuhnya.

Sebelum menikah dengan Suhita, Gus Biru memiliki pacar bernama Rengganis. Gus Biru sangat mencintai Rengganis. Karena menikah dengan Suhita, Gus Biru harus mengakhiri hubungan asmaranya dengan Rengganis. Dari cerita tersebut, kita tentu saja sudah bisa menebak bahwa alur cerita yang akan disampaikan pada film ini adalah pernikahan yang terpaksa, kemudian ada orang ketiga di dalamnya.

Sangat membosankan, bukan?

Yups ... secara garis besar memang membosankan. Tapi, bentar deh, film Hati Suhita mengemas cerita tersebut dengan nikmat dan menyenangkan.

Konflik Cinta Tanpa Antagonis
Meski bercerita tentang cinta segitiga dalam rumah tangga, namun tidak ada tokoh antagonis yang ditampilkan dalam film Hati Suhita.

Tokoh Rengganis yang menjadi pacar Gus Biru sebelum menikah tak menunjukkan watak yang jahat. Karakter yang ditampilkan tidak berlebihan dan apa adanya sebagai seorang 'mantan kekasih'. Rengganis ditampilkan sebagai tokoh masa lalu Gus Biru dan penyebab konflik cerita. Meski begitu, ia bukan tokoh yang menginginkan rumah tangga Gus Biru dan Suhita retak.

Rengganis justru tampil sebagai tokoh yang kuat dan tegar. Ia hadir sebagai wanita yang beberapa kali malah membuat rumah tangga Gus Biru dan Suhita tidak hancur.

Komposisi Komedi yang Natural
Aruna, salah satu tokoh yang diceritakan sebagai sahabat Suhita, tampil dengan gaya bicara yang humoris. Sebagai orang Jawa Timur, menurutku Aruna berhasil menampilkan logat Jawa Timur-an dengan baik. Gaya humor yang disampaikan oleh Aruna sangat natural dan berhasil membuatku tertawa ringan.

Gaya polos Aruna tak terkesan dibuat-buat. Aku bahkan sampai terngiang-ngiang dengan logat yang dibawakannya. Berasa sedang menyaksikan teman-temanku di Jawa Timur yang sedang bicara.

Seperti Menyimak Kehidupan Nyata
Alina Suhita sebagai tokoh yang 'tersakiti' dalam film ini, tidak melulu larut sebagai perempuan yang lemah.  Ia bahkan berhasil menyulap diri sebagai teman berbincang Rengganis.

Suhita dan Rengganis sama sekali tidak memunculkan adegan perselisihan di sepanjang film. Keduanya hadir sebagai tokoh yang sama-sama tegar, namun penonton dapat dengan nikmat menikmati ketegaran keduanya seperti nyata.

Hadirnya Desi Ratnasari dan Slamet Rahardjo menjadikan drama dalam Hati Suhita semakin nyata. Kekecewaan ibu Gus Biru ketika mengetahui konflik dalam rumah tangga anaknya, benar-benar menunjukkan kekecawaan seorang ibu terhadap anaknya yang melakukan kesalahan besar.

Nasihat Film disampaikan Tanpa Terkesan Menggurui
Dalam film Hati Suhita, terdapat nasihat yang yang bisa dijadikan prinsip ataupun pegangan hidup terutama bagi para  perempuan. Meski begitu, setiap tokoh memberikan nasihat tanpa ada kesan menggurui.

Saturday, 28 January 2023

Mangkujiwo 2 merupakan salah satu film horor terbaru yang paling kutunggu sejak awal penayangan trailernya. Film ini cukup layak ditunggu, mengingat Mangkujiwo yang pertama (tahun 2020) berhasil membuat cerita menarik dengan suguhan nuansa horor yang pas.
Film Mangkujiwo merupakan film horor yang menampilkan sosok hantu kuntilanak merah. Jika di film horor lain menampilkan teror dari kuntilanak, maka di Mangkujiwo menampilkan juga sejarah hadirnya Kuntilanak tersebut. 

Buat kalian yang mau nonton film Mangkujiwo 2, maka sebaiknya nonton terlebih dahulu film Mangkujiwo tahun 2020. Kalaupun tidak juga bukan masalah. Hanya saja, kalian akan merasa seperti berada di tengah orang yang sedang asyik ngobrol, tetapi obrolan asyik itu sulit untuk dipahami. Yups ... seperti itulah Mangkujiwo 2. Film ini lebih banyak menampilkan storry telling antar tokoh, namun tidak dijelaskan dengan detil setiap isi cerita yang mereka sampaikan.


Film Mangkujiwo 2 hadir cukup berani dengan menghadirkan banyak adegan-adegan berdarah. Tentu saja ini berbeda dengan Mangkujiwo 2020.

Mangkujiwo 2 merupakan sekuel yang cukup menarik karena sepertinya cerita yang disajikan dieksplor sangat dalam. Meski demikian, film ini cukup membosankan dan membuat ngantuk karena lebih banyak menampilkan orang berbicara dan sering tidak menampilkan adegan yang sedang dibicarakan tersebut. Beruntung, hadirnya tokoh-tokoh senior di Mangkujiwo 2 seperti Sujiwo Tejo, Karina Suwandi, Kiki Narendra, berhasil membuat storry telling yang disampaikan terkadang menjadi lebih hidup.

Mangkujiwo 2 berjalan cukup lambat dan memeras otak untuk memahaminya. Alur yang disampaikan terkesan kurang terarah dan terkadang perpindahan dari adegan satu ke adegan lainnya kurang memuaskan.

Banyak adegan thriller yang sebenarnya seru di film ini. Adegan kuntilanak merah ketika membunuh tokoh yang ditarget, adegan pembantaian, adegan perkelahian yang sampai menghancurkan kepala, hingga adegan tembak-menembak. Sayangnya, Mangkujiwo 2 terlalu sering menampilkan tayangan mimpi dan penglihatan tokoh yang tak nyata. Akibatnya,  penonton jadi lebih sering menebak-nebak dan tampak biasa saja ketika adegan nyata thrillernya muncul. Penonton jadi lebih menerka-nerka, "Oh ... ini pasti cuma mimpi (tokoh)."
Mangkujiwo 2 mulai tayang di bioskop tanggal 26 Januari 2023. Buat kalian yang menyukai film horor misteri, maka Mangkujiwo 2 adalah tayangan yang pas untuk dinikmati.

Saturday, 7 January 2023


TRAILER FILM
Waktu awal nonton trailler film Qodrat, aku enggak terlalu naruh ekspektasi yang tinggi sih di film ini, walau sebenernya di dalam hati udah penasaran banget pas tahu pemeran utamanya tuh Vino G Bastian, sang aktor yang telah membintangi puluhan film romance. Selain Vino, Randy Pangalila juga turut mewarnai film Qodrat ini. Meski sudah beberapa kali bermain di film horor, namun belum ada film horor yang dibintangi Randy masuk kategori memuaskan buatku.

Film yang disutradarai oleh Charles Ghozali ini turut menampilkan juga istri dari Vino, Marsha Timothy. Hadirnya sang istri dalam film Qodrat, sudah tentu akan membuat fans mereka makin penasaran.

OPENING FILM YANG GILA BANGET
Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan hanya kepada Allah-lah kembali (seluruh makhluk). (Q.S. An Nur 42)

Potongan ayat al-quran di atas menjadi pembuka film berdurasi 1 jam 42 menit ini. Potongan ayat yang tak terlalu panjang, namun dapat menggambarkan secara tegas isi dari keseluruhan film.
Jika umumnya film diawali dengan adegan santai, maka lain halnya dengan Qodrat. Setelah tayangan potongan terjemahan surat an-nur selesai, penonton tak diberi waktu untuk menghela nafas. Momen Ustad Qodrat meruqyah Alif, anaknya, mengawali ketegangan di film ini.

Adegan heroik Qodrat dalam meruqyah anaknya, serta perlawanan 'Alif' kepadanya, membuat suasana makin menegangkan. Qodrat berbeda dengan film horor lain. Bumbu aksi laga yang dicampur di dalamnya semakin membuat film ini keren.

Kegagalan Qodrat saat meruqyah ini-lah yang kemudian membuat Alif tewas. Ia lalu masuk ke penjara karena dianggap sebagai pembunuh anaknya. Film baru saja dimulai ...

PERPADUAN FILM HOROR DAN SUPERHERO

Film horor tentang ritual kesesatan dan dibumbui nilai agama sudah banyak kita jumpai. Salah satu yang terkenal adalah Pengabdi Setan 2. 

Qodrat menyuguhkan lebih dari itu semua. Qodrat turut menyuguhkan aksi laga yang membuat jalan cerita semakin seru. Bukan jumpscare yang ditonjolkan dalam film ini agar membuat suasana makin horor, namun cerita perjalanan karakter utama dan aksi heroiknya dalam melawan iblis yang membuat penonton semakin tegang.

Ide cerita dalam film Qodrat sudah digali dengan sangat luas. Kutipan ayat yang dibacakan pada saat mengusir iblis bukan ayat yang asal dibaca dan 'itu-itu saja'. Menariknya, kutipan ayat yang dibacakan tidak terkesan membuat karakter di film menggurui penonton. Mereka menyajikannya dengan sangat rapi.

BANYAK PESAN AGAMA YANG DISAMPAIKAN
Salah satu keunggulan film Qodrat adalah banyak pesan agama yang disampaikan kepada penonton. Lagi-lagi, pesan itu disampaikan dengan natural dan kita dapat menangkapnya dengan mudah. Para pemain tak berlebihan dalam menyampaikan pesan agama. Mereka menyampaikan dengan natural, apa adanya, sesuai dengan karakternya masing-masing.

Sebut saja Vino. Meski ia berperan sebagai tokoh utama di film ini, namun sutradara film tak memberikan karakter agamis secara berlebihan kepadanya, meningat Vino selama ini bukan merupakan aktor religi. Pesan-pesan agama disampaikan pada saat ia melawan iblis-iblis yang merasuki tokoh lain. 

Pesan lain yang sangat membekas adalah pada saat Qodrat berada di dalam penjara. Ketika ia dibayang-bayangi oleh rasa bersalah dan putus asa, tokoh lain datang untuk memberikan semangat kepadanya.

"Sholat subuhlah. Di subuhlah, kamu akan mendapatkan rizki. Di Subuhlah kamu akan mendapatkan jalan keluar,"
Bagi penonton yang suka dengan film horor dan misteri, Qodrat adalah pilihan terbaik untuk kalian. Meski jumlah penontonnya tak sebanyak KKN di Desa Penari, namun bukan berarti kualitasnya tidak lebih baik. Jika kalian bosan dengan film horor yang hantunya perempuan, maka Qodrat adalah jawaban atas kegelisahan kalian.

Friday, 12 August 2022


Seperti yang kita ketahui bersama, Pengabdi Setan 2: Communion merupakan salah satu film horor yang paling ditunggu di tahun 2022 ini. Selain karena suksesnya Pengabdi Setan 2017, belum pernah gagalnya Joko Anwar dalam memproduksi film horor juga menjadi alasan utamanya.

Pengabdi Setan 2: Communion mulai tayang di bioskop mulai 04 Agustus 2022.

Mengenal Sutradara Pengabdi Setan 2: Communion
Joko Anwar merupakan sutradara dari film Pengabdi Setan 2: Communion. Pria yang pernah berkuliah di Institut Teknologi Bandung ini lahir pada 03 Januari 1976.

Beberapa film yang disutradarai oleh Joko Anwar yang cukup dikenal masyarakat Indonesia adalah Pintu Terlarang (2009), Modus Anomali (2012), Pengabdi Setan (2017), Gundala (2019), Perempuan Tanah Jahanam (2019), dan masih banyak lagi.

Kualitas film yang digarap oleh Joko Anwar tentu saja tidak bisa diragukan lagi, hal ini-lah yang kemudian membuat dirinya mendapat berbagai penghargaan seperti Piala Citra untuk Sutradara Terbaik (2015, 2020), Piala Maya untuk Penyutradaraan Terpilih (2017), Piala Citra untuk Penulis Skenario Terbaik (2008).

Teaser dan Trailer yang Menegangkan
Sumber : Channel Youtube Rapi FIlms
Jauh sebelum penayangan Pengabdi Setan 2: Communion, masyarakat pecinta film horor sudah terlebih dahulu dibuat tegang oleh teaser dan trailer film tersebut.

Sejak bulan Januari 2022, tanda-tanda kemunculan Pengabdi Setan 2: Communion sudah mulai ditayangkan di channel Youtube Rapi Films. Mini teaser Pengabdi Setan 2 yang ditayangkan pada saat itu cukup membuat masyarakat pecinta film horor Indonesia penasaran. Bagaimana tidak, mini teaser yang hanya berdurasi 33 detik tersebut hanya menampilkan background hitam dengan suara anak kecil yang ketakutan, "Kuburan saya sempit, Mama. Daging saya digigiti belatung."

Tentu saja, bagi yang sudah menonton Pengabdi Setan 2017, akan timbul banyak pertanyaan : Siapa anak kecil yang merengek tersebut?
Sumber : Channel Youtube Rapi FIlms

Tokoh-Tokoh yang Tak Jauh Beda
Banyak tokoh dari Pengabdi Setan 2017 yang tampil kembali di film keduanya. Ada tokoh bapak yang diperankan oleh Bront Palarae. Selain itu, pemeran anak-anak Pengabdi Setan 2 juga tetap menampilan pemain lama seperti Tara Basro (Rini), Endy Arfian (Tony), Nasar Anuz (Bondi), dan tentu saja Muhammad Adhiyat (Ian si anak setan) yang ternyata muncul kembali.

Selain itu, beberapa pemain lain pun turut menambah suasana baru di Pengabdi Setan 2, seperti Jourdy Pranata (Dino), Ratu Felisha (Tari), dan ada juga Kiki Narendra (Ustadz), serta beberapa pemain lainnya.

Kelanjutan dari Pengabdi Setan 2017
Pengabdi Setan 2: Communion tentu saja merupakan kelanjutan dari Pengabdi Setan 2017.

Seperti yang telah ditayangkan di trailer-nya, latar tempat film ini berbeda dengan film pertamanya. Hampir sebagian besar latar di Pengabdi Setan 2017 adalah rumah. Namun, karena terlalu banyak teror yang mendatangi rumah tersebut, akhirnya bapak memutuskan untuk mengajak anak-anaknya pindah ke sebuah rumah susun yang berada di dekat pantai.

Dengan tinggal di rumah susun, Bapak percaya ketika ada bahaya datang, maka akan bisa dihadapi bersama-sama dengan semua orang yang tinggal di sana. Namun ternyata hal tersebut salah besar. Pada suatu malam, teror Rini dan adik-adiknya kembali datang. Lalu, kira-kira kemana semua penghuni rumah susun tersebut?

Joko Anwar sangat berhasil membawa penonton ikut terbawa ke dalam suasana yang ada di rumah susun tersebut. Teror dan mayat-mayat yang ada di rusun tersebut sukses membuat penonton ketakutan. Meski tak banyak sesi hantu yang muncul, namun ketegangan yang ditampilkan benar-benar gila.

Mulai dari Horor Hingga Humor
'Pengabdi Setan 2: Communion' mengajak para penonton untuk menaiki rollercoaster. Film ini menambahkan berbagai genre yang disajikan dengan takaran yang pas agar para penonton diberikan jeda sejenak di tengah suasana yang menegangkan.

Guyonan dan obrolan anak muda yang dibawakan oleh Bondi dan kawan-kawan membuat penonton seakan diberikan waktu untuk ancang-ancang agar dapat menyiapkan diri menghadapi ketegangan-ketegangan pada durasi selanjutnya. 

Sementara genre thriller yang turut hadir di dalamnya, menyempurnakan komposisi hidangan film yang semakin nikmat.

Opening yang Super Keren
Joko Anwar selalu berhasil membuat opening yang 'gila' di film-filmya. Sebut saja salah satu filmnya yang rilis 3 tahun silam, Perempuan Tanah Jahanam. Dengan adegan yang sederhana, yakni percakapan dua tokoh yang sedang bertugas di pintu tol, penonton sudah dibuat tegang di detik-detik awal. Latar waktu malam hari yang ditampilkan, dengan cara berbicara yang panas, membuat konflik perlahan naik di pembukaan film tersebut.

Hal ini tak jauh beda dengan film Pengabdi Setan 2: Communion. Pada penampilan awal, penonton disuguhkan dengan adegan pocong-pocong yang tengah bersujud menghadap ke satu tempat. Sementara bersama dengan pocong-pocong tersebut, terdapat dua orang yang tengah berbincang.

'Hampir' Terpecahkannya Dalang Semua Teror

Sebenarnya, pada trailer film, kita sudah mulai diarahkan pada jawaban dari pertanyaan siapa dalang dari semua teror yang ada.

Meski sosok ibu sudah meninggal sejak di film pertama, namun ternyata teror-teror mematikan masih saja berdatangan. Di akhir film yang pertama, sebenarnya belum ada kepastian apakah semua setan yang meneror sudah musnah atau belum. 

Pada film kedua, penyebab dari semua teror yang ada akhirnya mulai terpecahkan. Namun meski demikian, ternyata di akhir film kedua pun penonton diberikan tanda tanya besar. Tampaknya masih ada dalang lain yang membuat teror tersebut akan bermunculan lagi. Atas hal tersebut, penonton pun mulai mengira-ngira bahwa akan ada Pengabdi Setan 3. Kita tunggu saja!

Menyeramkan. Tapi Kurang Memuaskan
Dari semua film horor yang telah tayang di Indonesia, Pengabdi Setan 2: Communion merupakan salah satu film yang terbaik. Maka tak berlebihan jika film ini ke depannya akan mendapatkan banyak penghargaan. Dengan audio dan visual yang sesuai takaran, penonton tentu saja dapat dengan mudah memahami jalan cerita yang disajikan. Tidak banyak jumpscare dan tidak kekurangan momen dengan sound menegangkan.

Meski demikian, film Pengabdi Setan 2: Communion tampaknya masih kurang memuaskan. Entah karena ekspektasiku yang terlalu tinggi terhadap film ini, atau memang banyak juga yang berpikir demikian. 

Dengan jeda lima tahun antara film pertama dengan kedua, tentu saja banyak penonton yang berpikir bahwa akan ada pemain-pemain yang dikupas lebih dalam atau diberikan spotlight yang lebih layak. Kenyataannya, aksi-aksi yang ditampilkan oleh para pemain tidak jauh beda dengan film pertamanya. 

Ada beberapa pemain yang sebenarnya tidak terlalu penting ditayangkan pada film ini. Misalnya tokoh Ustadz yang seperti kita ketahui merupakan tokoh agama, pada film Pengabdi Setan malah tidak berfungsi apa-apa selain hanya sebagai pemberi motivasi agar tokoh lain tidak ketakutan. Tokoh Dino yang diperankan oleh Jourdy Pranata pun sebenarnya tidak terlalu berpengaruh terhadap cerita yang ada. 

Jeda lima tahun tampaknya belum cukup bagi Joko Anwar untuk membuat jalan cerita yang lebih luas. Ada beberapa adegan teror yang tampak meniru pada film pertama, seperti pada saat berwudhu dan sholat. Meski tokoh yang memainkan adegan tersebut berbeda, namun seharusnya adegan lama tak perlu dimunculkan kembali agar cerita film lebih fresh.

Suara lonceng dan tokoh Ibu merupakan beberapa hal iconic yang didapatkan dari film pertama. Di film kedua, belum ada hal iconic yang bisa diingat-ingat. Hal ini mungkin karena terlalu banyaknya tokoh yang ditampilkan dengan peranan yang kurang penting. Penonton menjadi lebih fokus mengingat tiap pemain daripada hal-hal kecil yang sebenarnya penting.

Terlepas dari itu semua, Pengabdi Setan 2: Communion memang layak menjadi film horor terbaik di Indonesia saat ini. Dengan alur cerita yang cukup baik dan komposisi yang tepat, film ini layak mendapatkan ratting yang tinggi. Mumpung masih tayang di bioskop seluruh Indonesia, jangan lupa nonton ya!

Sunday, 17 October 2021

 


Squid Game tampaknya masih menjadi serial terbaik bagi para pecinta drama, terutama drama Korea. Yups, film garapan Hwang Dong Hyuk ini berhasil menghipnotis para penonton agar menikmati setiap cerita yang disajikan di dalamnya. Serial Squid Game yang terdiri dari 9 episode dapat dinikmati di Netflix.


Squid Game menceritakan perjuangan banyak orang untuk mendapatkan uang, meski taruhannya adalah nyawa. Sebanyak 456 orang berada dalam satu tempat untuk berkompetisi pada sebuah permainan. Setiap pemain yang kalah akan tereliminasi dengan cara dihilangkan nyawanya.


Meski secara umum Squid Game bercerita tentang kekerasan, namun ada beberapa pesan moral yang bisa didapat dari serial ini.


Orang Tua Rela Melakukan Apapun Demi Kebahagiaan Anaknya

Seong Gi-hun yang diperankan oleh Lee Jung-Jae merupakan tokoh utama dalam serial ini. Seong Gi-hun tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Ia telah bercerai dari istrinya karena permasalahan ekonomi. Hak asuh putri mereka jatuh ke tangan sang istri karena secara ekonomi, istri Seong Gi-hun jauh lebih baik. Hal ini dikarenakan mantan istri Seong Gi-hun telah menikah dengan seorang yang kaya raya.


Pada suatu hari, putri Seong Gi-hun berulang tahun. Ibu Seong Gi-hun memintanya agar membelikan hadiah yang terbaik. Karena tidak memiliki uang, Seong Gi-hun kemudian mengambil kartu ATM milik ibunya untuk digunakan sebagai taruhan.


Seong Gi-hun memenangkan taruhan dan mendapatkan hadiah uang yang banyak. Di tengah jalan seusai mendapatkan uang judi, Seong Gi-hun bertemu dengan seseorang yang pernah dipinjami uang olehnya. Seong Gi-hun kemudian tertangkap. Sayangnya, uang tersebut sudah diambil oleh seorang wanita ketika Seong Gi-hun dikejar oleh tukang tagih utang tadiSeong Gi-hun kemudian disiksa oleh mereka karena tidak bisa mengembalikan uang pada saat itu.


Dalam perjalanan pulang, Seong Gi-hun bertemu dengan seorang lelaki. Seong Gi-hun lalu diajak bermain olehnya. Setiap kali Seong Gi-hun kalah, ia akan mendapatkan tamparan yang cukup keras di pipinya. Namun jika ia menang, ia akan mendapatkan uang dari lelaki tersebut. Setelah kalah dan mendapat banyak tamparan, akhirnya Seong Gi-hun menang dan mendapat hadiah uang dari lelaki tadi. Uang tersebut kemudian dipakai oleh Seong Gi-hun untuk membelikan hadiah kepada putrinya yang berulang tahun.


Setelah mendapat paket hadiah dari permainan ambil boneka, Seong Gi-hun kemudian mengajak putrinya untuk makan malam di sebuah warung yang berada di tepi jalan.


Dari cerita ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa, seburuk apapun seorang Seong Gi-hun, ia rela melakukan apa saja agar anaknya bahagia. Meski cara yang dilakukan Seong Gi-hun salah, namun besarnya rasa cinta Seong Gi-hun kepada sang putri patut kita acungi jempol.


Uang Bisa Melupakan Segalanya


456 orang peserta yang ikut dalam permainan merupakan orang yang memiliki berbagai masalah, terutama dalam keuangan.


Selain Seong Gi-hun yang memiliki banyak utang, ada juga Cho Sang-wo, teman Seong Gi-hun, yang kuliah di Universitas Nasional Seoul namun memiliki banyak utang. Kang Sae-byeok, seorang pembelot Korea Utara yang ikut permainan agar dapat membayar broker untuk menemukan dan mengambil kembali anggota keluarganya yang masih hidup yang masih melintasi perbatasan. Jang Deok-su adalah seorang gangster yang memasuki permainan untuk dapat menyelesaikan hutang judinya yang besar.


Meski permainan dalam Squid Game mempertaruhkan nyawa, namun ratusan orang ini rela ikut agar dapat membawa pulang uang yang sangat banyak. Setiap ada nyawa yang melayang, baik karena tereliminasi atau dibunuh oleh peserta lain, hadiah akan bertambah 100.000.000 won. Hal ini membuat antar peserta berfikir agar nyawa peserta lain hilang, sehingga hadiah uang bertambah banyak.


Pada suatu malam, Jang Deok-su bersama timnya merencanakan pembunuhan besar-besaran agar jumlah peserta berkurang. Jika peserta berkurang, maka total hadiah uang bertambah dan peluangnya untuk menang semakin besar.


Kerja Sama Tim adalah Kunci Kemenangan


Bagi yang sudah menonton Squid Game pasti tahu bahwa salah satu permainan yang ada adalah tarik tambang. Dalam serial Squid Game, tarik tambang yang dimainkan bukanlah tarik tambang seperti yang biasa ada di masyarakat.


Tarik tambang ini dilakukan pada sebuah ketinggian. Tim yang kalah dalam permainan ini akan otomatis terjatuh dari tewas.


Sebelum permainan dimulai, peserta diminta untuk memilih kelompok tim, meski pada saat itu tidak diberitahukan informasi apapun tentang permainan. Seong Gi-hun memilih teman-teman dekatnya untuk dijadikan tim. Salah satu anggota timnya adalah kakek Oh Il Nam yang sudah tua renta.


Ketika panitia memberitahukan permainan yang akan mereka lalui adalah tarik tambang, tim Seong Gi-hun sangat terkejut. Hal itu dikarenakan timnya terdiri dari beberapa wanita dan satu kakek tua renta yang sudah terbatas kemampuan fisiknya.


Kekak Oh Il Nam kemudian memberitahukan strategi yang ia lakukan setiap kali memenangkan permainan tarik tambang. Atas kerja sama tim yang baik, akhirnya Seong Gi-hun dan tim berasil memenangkan permainan tarik tambang.

Tuesday, 1 June 2021

 


Tak terasa, sekarang sudah tahun 2021. Sudah hampir dua tahun nih, nggak nonton film di bioskop. Terakhir ke bioskop, di tahun 2019. Jadi kangen banget sama suasana bioskop. Semoga pandemi ini segera berakhir ya.

Oh iya, ngomongin tahun 2019 kemarin, ada banyak banget film berkualitas yang bakal kita kangenin. Salah satunya adalah genre horor. Setidaknya, ada 35 film horor Indonesia yang tayang sepanjang tahun 2019 kemarin. Jadi kalau dipukul rata, ada 2-3 film horor setiap bulannya. Wow!

Dari puluhan film horor tersebut, kali ini kita akan membahas 6 film yang paling horor di tahun 2019.

1. Perempuan Tanah Jahanam
Posisi pertama ada Perempuan Tanah Jahanam (PTJ). Film ini tak terlalu banyak memunculkan hantu. Tetapi meski begitu, PTJ sukses membuat suasana penonton menjadi sangat tegang. Sang sutradara, Joko Anwar, mengatakan bahwa film ini mulai ditulis sejak tahun 2009. 

PTJ menceritakan tentang seorang gadis bernama Maya (Tara Basro) yang hidup di kota besar tanpa dengan keluarga. Dia hanya punya seorang sahabat bernama Dini. Di saat usahanya membutuhkan modal, Maya mencari tahu tentang asal-usul dirinya. Akhirnya bersama Dini, dia mengunjungi kampung halamannya yang ternyata malah membuat suasana menjadi lebih tegang.

Teror mulai bermunculan saat mereka mulai memasuki kampung halaman Maya. Ada masa lalu yang membuat Maya jadi bahan incaran seluruh warga kampung. Namun dia sendiri tak tahu apa penyebabnya. Sebab, dia meninggalkan kampung itu saat masih kecil dan belum tahu apa-apa. Teror apa yang membuat Maya sampai hampir dibunuh?

2. Ratu Ilmu Hitam
Ratu Ilmu Hitam merupakan sebuah film remake yang disutradarai oleh Kimo Stamboel. Tidak tahu Kimo? Dia adalah salah satu sosok dibalik suksesnya film thriller Rumah Dara.

Aku sendiri udah yakin banget, kalau film horor digarap sama Kimo, pasti bakal keren abis. 

Dan ternyata, boom!! beneran dong ...

Film ini menceritakan kisah seorang lelaki yang ingin mengunjungi asrama tempat ia tinggal semasa kecil. Ia membawa istri dan anak-anaknya kesana. Ternyata, di asrama itu ada banyak sekali teror dan hal aneh. Ada 'ilmu hitam' yang menyelimuti asrama itu.

Mulai dari teror fisik sampai teror batin, semuanya lengkap ada di film ini.

Dibandingkan dengan PTJ, film ini jauh lebih membuat jantung deg-degan. Sama seperti film garapan Kimo lainnya, Ratu Ilmu Hitam juga memiliki banyak tayangan yang sangat sadis.

Ratu Ilmu Hitam tayang hampir bebarengan dengan PTJ. Ini menyebabkan jumlah penontonnya tak sebanyak PTJ. Sebab, promosi film ini sepertinya tak segencar PTJ. Meski begitu, film produksi Rapi Films ini pantas mendapat banyak jempol dari penonton.

3. Lampor
Temanggung merupakan sebuah kabupaten yang berada pada daerah pegunungan di provinsi Jawa Tengah. Menjadikan Temanggung sebagai latar cerita, film Lampor sukses membuat penonton ketakutan.

Film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto ini menceritakan keranda terbang yang suka menculik warga setempat. Kabarnya, film ini diangkat dari pengalaman sang sutradara sendiri. Keren!

4. Jeritan Malam
Film yang disutradari oleh Rocky Soraya ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Reza (Herjunot Ali) yang mendapatkan pekerjaan di daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Sayangnya, di tempat kerja baru malah banyak petaka yang mendatangi Reza. 

Film ini cukup membuat penonton ketakutan, meski ada beberapa adegan tak masuk akal di dalamnya. 

5. Pocong The Origin
Pocong The Origin adalah salah satu film horor yang diproduksi oleh StarvisionPlus. Meski rutin membuat film horor, namun Starvision jarang sekali membuat penonton kecewa.

Dari segi poster, film ini memang kurang meyakinkan. Tetapi kalau sudah nonton, pasti bakal ketakutan, apalagi kalau malam hari.

Film ini sukses mengembalikan kharisma pocong yang sudah sekian lama vakum dari dunia perfilman Indonesia. Sebenarnya cerita yang diangkat sangat sederhana. Namun yang cukup menarik dari film ini adalah, cerita yang ada sangat dekat dengan masyarakat. Ini membuat penonton jadi bisa merasakan suasana yang ada dalam film Pocong The Origin.

6. Si Manis Jembatan Ancol
Lagi-lagi, film remake adalah salah satu film yang sangat menarik untuk dibahas. Salah satunya yang baru saja tayang adalah Si Manis Jembatan Ancol. 

Film yang disutradarai oleh Anggy Umbara masih menceritakan tentang seorang gadis cantik yang dibuh di Jembatan Ancol. Kisahnya sama seperti film-film horor zaman dahulu. Dimulai dengan drama, kemudian pembunuhan, lalu diakhiri dengan balas dendam.

Si Manis Jembatan Ancol cukup bagus untuk menutup akhir tahun kemarin. 


Nah ... dari enam film di atas, mana yang menurut kalian paling seram? Atau kalian punya rekomendasi film lain? tulis di kolom komentar ya.

Monday, 31 May 2021

 



Sebenarnya aku udah nonton film Annabelle Comes Home sejak 2019 lalu, namun kayaknya baru bisa aku tulis di blog ini sekarang. Ehehehe. Ini adalah fil Annabelle ketiga yang menemani kita sejak 2014 lalu. 

Cerita Annabelle Comes Home dimulai dengan sepasang suami istri, Ed dan Lorraine Warren mengambil Annabelle dari pemilik sebelumnya. Tujuan mereka mengambil Annabelle adalah untuk didoakan dan diberkati, lalu disimpan ke dalam sebuah lemari yang berada di ruangan terkunci milik mereka. Tujuannya adalah agar hantu Annabele tidak gentayangan dan meneror orang-orang.

Ed dan Lorraine memiliki anak gadis bernama Jude. Mereka tinggal bersama Marry Ellen, pengasuhnya. 

Detik-detik menegangkan mulai terjadi ketika Ed dan Lorraine meninggalkan rumah, tepat di saat Jude tengah menantikan hari ulang tahunnya.


Annabelle disimpan di sebuah lemari kaca yang bahannya didapat dari gereja. Sehingga dipercaya, boneka terkutuk ini tidak akan bisa keluar. Lemari kaca itu diletakkan di sebuah ruangan yang berisi benda-benda mistis koleksi keluarga Ed. Tidak ada yang boleh membuka ruangan itu. Karena jika dibuka, maka seluruh kekuatan jahat akan bangkit kembali.

Seluruh teman Jude tak ingin hadir ke rumahnya karena rasa takut yang berlebih. Marry Ellen  lalu mengajak temannya bernama Daniela untuk turut memeriahkan malam ulang tahun Jude yang suram. 

Daniela yang tengah sendiri dalam rumah mencoba untuk membuka ruangan rahasia milik ayah Jude. Rasa penasarannya yang sangat tinggi terhadap roh jahat membuatnya menerobos seisi rumah demi bisa membuka ruang itu. Daniela pun berhasil, hingga akhirnya lemari kaca tempat Annabelle berada terbuka. Dari sinilah teror Annabelle dimulai kembali.

Sudah pasti, Daniela adalah tokoh yang paling menyebalkan dalam film ini. Karena ulah dia-lah Annabelle bangkit kembali. Walau menyebalkan, Daniela ternyata adalah sosok yang penakut. Berbeda dengan Jude yang tampak tegas ketika menghadapi hantu yang datang.



Sejujurnya, Annabelle episode ini tampaknya memang tak seseram dua episode sebelumnya. Entah memang karena tidak terlalu memunculkan adegan jumpscare, ataukah memang benar lebih 'diam-diam' dalam memunculkan hantu, silakan kalian nilai sendiri. Walaupun begitu, ada banyak sekali kejutan yang akan hadir di tengah film. Banyak sosok hantu baru yang akan muncul.  Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sudah menonton?

Saturday, 29 May 2021

 


Tak kuduga ... Boneka Chucky akhirnya tayang lagi. Ini adalah film kedelapan yang dibintangi oleh boneka setan ini.

(1) Chucky pertama tayang tahun 1988 dengan judul 'Child's Play'.
(2) 'Child's Play 2' tayang pada tahun 1990.
(3) Pada tahun 1991, 'Child's Play 3' tayang.
(4) Tahun 1998, Chucky tayang kembali dengan judul 'Bride of Chucky'.
(5) Tahun 2004, berjudul 'Seed of Chucky'.
(6) 'Curse of Chucky' tayang di tahun 2013.
(7) Yang terbaru ada 'Cult of Chucky' yang baru tayang tahun 2017 kemarin.
(8) Hingga kemudian, hari ini Chucky tayang kembali dengan judul yang sama dengan tahun 1988, 'Child's Play'.

Sebenarnya, aku baru menonton Bride of Chucky, Seed of Chucky, Curse of Chucky, Cult of Chucky, dan tentu saja Child's Play 2019. Artinya masih ada tiga film Chucky yang belum kutonton. Baiklah ... semoga pekan ini segera selesai.

Kawan-kawan pasti sudah tahu kalau Chucky adalah boneka horor yang hobinya membunuh orang. Begitupun dengan Chucky yang tayang di 2019 kemarin. Bedanya, Chucky dibuat dengan lebih modern. 

Jika sebelumnya Chucky hidup karena roh yang ada di dalam boneka, maka kali ini Chucky hidup karena teknologi yang ada dalam tubuhnya. Namun sepertinya teknologi itu juga masih dibawah kendali roh jahat.

Jika di sebelumnya aku menyebut Chucky boneka setan, maka di film kali ini aku akan menyebutnya boneka gila yang rusak. 

Tokoh utama dalam film kali ini adalah Andy Barclay. Sama dengan Child's Play 1988. Namun kali ini, tokoh Andy diperankan oleh Gabriel Bateman. 


Suatu hari, Andy mendapat hadiah boneka dari Karen, ibunya. Boneka itu pada mulanya dinamakan Buddy oleh pabriknya. Namun, dia memperkenalkan dirinya sendiri dengan nama Chucky.


Andy kemudian bersahabat dengan Chucky. Chucky hanyalah sebuah boneka, namun dia ternyata memiliki hati layaknya manusia. Chucky tak mau ada yang menyakiti Andy.


Korban pertama Chucky adalah Shane, pacar Karen. Andy bercerita pada Chucky bahwa dia membenci Shane. Dia tak ingin Shane hadir di keluarganya.

Chucky kemudian menganggap bahwa Shane harus jauh dari Andy. Chucky kemudian membunuh Shane dengan cara yang sangat sadis.

Mengetahui kalau Chucky membunuh Shane, Andy kemudian membuang Chucky. Namun ternyata Chucky selalu hadir di hadapannya. Chucky ingin menjadi teman baik Andy, namun Andy tak suka dengan sikap Chucky yang selalu membunuh orang.

Chucky sepertinya cemburu karena Andy memiliki teman baru. Akhirnya, siapapun yang dekat dengan Andy akan mati di tangan Chucky.

Andy semakin tidak suka dengan Chucky. Berbagai upaya dilakukannya agar Chucky musnah. Lalu, apakah Chucky akan musnah? Ataukah justru Andy yang akan mati di tangan Chucky?



Child's Play 2019 tampaknya lebih cocok masuk dalam kategori film bergenre thriller daripada horor. Karena kekuatan membunuh Chucky ada pada sistem robot dalam tubuhnya. Tidak ditampakkan kekuatan iblis pada episode kali ini. Berbeda dengan Chucky sebelumnya, kekuatan Chucky ada karena roh dalam dirinya.

Sepertinya, kisah Child's Play 2019 ini kisahnya sama persis dengan Child's Play 1988. Karena saat kunikmati alurnya, ceritanya juga hampir sama. Bedanya, di Child's Play 2019, kisah teror terbesarnya terjadi di toko mainan tempat Chucky diperjualbelikan. Sedangkan Child' Play 1988, teror berakhir di klinik psikiater, tempat Andy dirawat. Bagaimana menurut kalian? Apakah ada yang sudah menonton Child's Play 2019? Apa bedanya dengan Child's Play 1988?