Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Wednesday, 1 April 2026

Malam ini, Rabu, 1 April 2026, dilaksanakan kegiatan Zoom Meeting bersama santri dan wali santri. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahim sekaligus mengontrol aktivitas santri selama masa liburan. Ini merupakan pertemuan kedua yang diadakan selama libur Lebaran tahun ini.


Acara dibuka oleh saya sebagai moderator. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan pondok, Bapak H. Romli Eko Wahyudi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kedisiplinan santri, khususnya dalam hal ketepatan waktu kembali ke pondok. Selain itu, santri juga diharapkan telah menyelesaikan seluruh tugas selama liburan serta menjaga kerapian, termasuk merapikan potongan rambut sebelum kembali ke pondok.


Selanjutnya, acara diisi dengan tausiyah dan nasihat dari Abi Rukiat selaku kepala pengasuh santri. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan makna mendalam dari momentum Idulfitri.


Idulfitri identik dengan saling memaafkan, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Ini adalah kebiasaan baik yang perlu terus dijaga. Saat bertemu, dianjurkan untuk mengucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum” kemudian saling bermaaf-maafan.


Di hari 1 Syawal ini, jangan sampai pahala puasa kita tertahan hanya karena ada orang yang tersakiti oleh ucapan kita atau karena adanya permusuhan yang belum diselesaikan.


Abi Rukiat juga menyampaikan perintah Nabi Muhammad SAW untuk menyambung silaturahim kepada orang yang memutuskan hubungan dengan kita, dan mendatangi orang yang melarang kehadiran kita, serta memaafkan orang yang telah mendzalimi kita.


Beliau menegaskan bahwa silaturahim yang paling utama adalah ketika kita mendatangi orang yang justru pernah memutuskan hubungan dengan kita.


Kemudian beliau menceritakan kisah teladan Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan, Rasulullah pernah dilempari kotoran oleh seorang Yahudi ketika hendak berangkat sholat. Namun beliau tidak marah. Bahkan keesokan harinya, orang yang sama kembali mengencingi beliau. Hingga suatu hari, ketika orang tersebut tidak terlihat, Rasulullah justru bertanya siapa orang tersebut dan mencari tahu keberadaannya. Ternyata orang tersebut sedang sakit. Rasulullah pun datang menjenguk dan mendoakannya agar segera diberi kesembuhan.


Dari kisah tersebut, kita diajarkan untuk tetap berbuat baik, bahkan kepada orang yang menyakiti kita.


Abi Rukiat juga berpesan, setelah kegiatan ini, apabila ada orang yang pernah menyakiti kita datang dan meminta maaf, maka maafkanlah dengan lapang dada. Setiap orang pasti pernah merasakan sakit hati, namun memaafkan adalah jalan terbaik.


Allah adalah Maha Pemaaf. Sebesar apapun dosa hamba-Nya, jika ia memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni. Maka sudah sepatutnya kita juga belajar memaafkan kesalahan orang lain.


Silaturahim merupakan bagian penting dari proses penyucian diri. Puasa adalah bentuk penyucian diri kepada Allah, dan disempurnakan dengan penyucian diri kepada sesama manusia.


Setelah tausiyah dari Abi Rukiat, saya menunjuk tiga santri untuk menyampaikan kesimpulan dari kegiatan ini. Mereka adalah Azhar Sitorus, Fakhri Adhisyah, dan Alfi Rahman. Masing-masing menyampaikan kesimpulan dengan gaya dan pemahaman mereka sendiri.


Semoga kegiatan Zoom Meeting ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, serta menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri, menjaga silaturahim, dan meningkatkan kualitas ibadah kita.

Friday, 18 July 2025


doc. pribadi - Santri Pondok Pesantren Orenz Miftahul Barokah


Pagi itu, langit pondok tampak biasa saja. Matahari belum muncul sepenuhnya, namun ruang masjid sudah penuh sesak dengan barisan putih yang khusyuk mendengarkan nasihat. Deretan kopiah putih dan sorban kecil tampak rapi, seakan menyatu dalam satu irama perjuangan. Tidak semua dari mereka tersenyum. Beberapa tampak lelah. Dan di sudut-sudut ruangan itu, ada mata-mata yang mulai basah.


Air mata yang jatuh bukan tanpa sebab. Rindu pada rumah yang tak kunjung dikunjungi, rasa lelah yang menumpuk karena bangun dini hari, beban pelajaran yang belum terselesaikan, atau hati yang lelah karena merasa tidak dipahami. Ada kalanya semua itu menjadi gelombang yang sulit dihadapi oleh jiwa muda yang sedang belajar menjadi kuat.


Namun, wahai santri...
Air matamu terlalu mahal,
jangan biarkan ia tumpah hanya karena lelah yang sifatnya sesaat.


Air mata itu adalah saksi keikhlasanmu. Jangan biarkan ia jatuh sia-sia hanya karena hari ini terasa lebih berat dari biasanya. Tahanlah sebentar saja. Sebab seringkali, keajaiban datang tepat setelah batas terakhirmu diuji.


Ingatkah kau, untuk apa kau datang ke pondok ini?
Bukan sekadar untuk bisa membaca kitab atau menghafal ayat.
Tapi untuk membentuk jiwamu agar kuat dalam sabar, matang dalam berpikir, dan halus dalam hati.


Hidup di pesantren memang tak menawarkan kemewahan.
Tidak ada kasur empuk, tidak ada makanan mewah, dan terkadang tidak ada peluk hangat saat kau menangis. Tapi justru di balik semua kesederhanaan itulah, Allah sedang menempa dirimu menjadi seseorang yang kelak akan dimuliakan oleh ilmu dan perjuangan.


Setiap langkahmu menuju masjid dicatat.
Setiap hafalan yang kau ulang meski kau lupa, diberi ganjaran.
Setiap rasa sabar yang kau tahan saat temanmu menyakiti hatimu, semua dihitung oleh Allah.
Kau tidak sendirian. Meski tidak semua orang melihat perjuanganmu, langit selalu mencatatnya dengan detail yang tak kau duga.


Dan kelak, saat hidup sudah berjalan lebih jauh,
kau akan menoleh ke masa-masa ini dengan bangga.
Kau akan berkata dalam hati,
"Aku pernah hampir menyerah, tapi aku memilih bertahan."


Santri bukan sekadar gelar.
Ia adalah panggilan jiwa yang siap mengabdi.
Menjadi santri berarti siap ditempa oleh sabar, diuji oleh waktu, dan dipahat oleh doa-doa panjang di sepertiga malam.
Bukan kehidupan yang mudah, tapi pasti penuh berkah.


Maka, jika hari ini kau menangis, tidak apa.
Tapi biarlah air mata itu jatuh dalam sujud, bukan karena ingin pulang, tapi karena ingin dikuatkan.
Bukan karena tak sanggup, tapi karena sedang ingin dipeluk oleh doa-doa langit.


Ingatlah,
Air matamu terlalu mahal.
Ia bukan untuk dibayar dengan rasa lelah sesaat.
Tapi untuk dibayar dengan kemenangan besar di masa depan—di dunia dan terutama di akhirat.


Karena boleh jadi, di antara sekian banyak manusia yang berjalan di bumi,
kamulah yang paling diperhatikan oleh langit hari ini.

Friday, 28 May 2021

 


Di suatu Kamis yang panas banget, Ajat, salah satu temanku di Bogor, mengajakku untuk jalan-jalan keliling Bogor.

Karena kebetulan saat itu aku juga lagi gabut banget, akhirnya aku meng-iya-kan ajakannya. Padahal, Kabupaten Bogor yang luasnya empat kali negara Singapura mah, nggak bakal bisa kita puterin.

Aku tinggal di Kecamatan Leuwiliang, sedangkan Ajat tinggalnya di Kecamatan Cariu. Jaraknya antara Leuwiliang dengan Cariu kurang lebih 75 km. Bayangin, berapa lama aku nungguin dia? Belum lagi, macetnya Bogor tuh kan suka bikin esmosi naik.

Oh iya ... btw, Cariu ini letaknya sebelahan sama Jonggol. Tau Jonggol, kan? Itu tuh ... yang sering dinyanyiin sama trio ubur-ubur sama Si Wakwaw. Saking jauhnya Jonggol, akhirnya disebutlah nama itu di lagunya wakwaw. Nah, Cariu ada di deket Jonggol.

Setelah menunggu Ajat selama dua jam, akhirnya kami pun bergegas mengendarai motor.

Dari Leuwiliang, kami menuju ke arah kota. Sebenernya, niat awalnya kepengin ke bioskop. Mumpung ada film horor yang lagi tayang.

Tapi ... belum 5 km berjalan, mataku tiba-tiba galfok sama sebuah toko buku di pinggir jalanan daerah Cibungbulang. Klasik banget gitu keliatannya.


Kami kemudian mampir bentar ke toko itu. Nggak ada nama tokonya sih kalau dari luar, tapi orang-orang disitu nyebutnya 'Terminal Buku Jadul' alias TBJ.

TBJ lokasinya di daerah Cibatok, Cibungbulang. Tepatnya di dekat pertigaaan arah masuk Pondok Pesantren Al Bahjah Bogor.

Pas awal masuk ke tokonya, kami cuma berfirasat kalau harga buku disana pasti murah-murah. Dan ternyata bener ferguso! Banyak banget buku yang harganya di bawah 10ribuan.



Pemilik TBJ ini namanya Pak Iyan. Umurnya kurang lebih 55 tahun. Kecintaan beliau sama dunia literasi, duh ... mantep banget deh. Kalau aku punya seratus jempol, udah aku kasih lah ke Pak Iyan semuanya.

Buku yang ada di TBJ macem-macem, mulai dari buku agama, politik, ekonomi, sosial, sampai teknologi.

Nggak hanya jual buku bekas loh, TBJ juga jual kaset-kaset jama baheula. Yang seneng sama lagu lawas, harus banget meluncur ke TBJ.



Pak Iyan ini orangnya baik banget. Ramah, murah senyum, dan perhatian sama pengunjung. Kami sampai nyaman banget ngobrol sama beliau. *Kalau udah cocok mah pasti nyaman.

Oh iya, kalian tahu nggak, berapa aja harga rata-rata buku disana?



Waktu itu aku beli 5 buku. Pak Iyan ngasih harga 40.000. Berarti rata-rata buku yang aku beli harganya 8ribu. Tapi bukan berarti kebanyakan harganya segitu loh ya. Ini cuma gambaran aja dari yang aku beli.

Nah, setelah 5 buku udah dibungkus, eh ... Pak Iyan malah ngasih bonus 1 buku. Baik banget kan? Baik nggak? Baik lah ...



Area depan TBJ ini cukup luas. Hal itu yang kemudian membuat banyak banget mahasiswa tertarik berkunjung ke TBJ. Baik itu buat baca-baca, sharing informasi, sharing ilmu, atau bahkan hanya sekadar ngopi.

TBJ ternyata adalah satu-satunya toko buku lawas yang ada di Bogor Barat. Maka nggak heran kalau toko Pak Iyan ini selalu ramai dikunjungi orang.

Orang yang sudah tua mampir kesini karena ingin nostalgia dengan jaman dulu. Anak muda mampir kesini karena penasaran dengan tulisan-tulisan jaman dulu.
(Pak Iyan)

Tuesday, 18 May 2021


ORENZ Islamic Boarding School merupakan salah satu pesantren di Indonesia yang memiliki program hafalan al-quran di dalamnya. Sedangkan untuk target minimal hafalan di pondok ini cukup tiga juz. Sebab, selain menghafal al-quran, santri juga dididik untuk menjadi pejuang ekonomi umat.


Mengenal ORENZ Islamic Boarding School


ORENZ Islamic Boarding School berlokasi di Jalan Hegarsari Nomor 165 Desa Cibeber Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor.


Santri angkatan pertama berjumlah 65 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, diantaranya adalah Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Riau, Medan, Jambi, Lampung, Tuban, Tegal, Subang, Purwakarta, Cianjur, dan tentu saja Jabodetabek.


ORENZ Islamic Boarding School merupakan metamorfosa dari program informal yang telah ada sebelumnya bernama Rumah Muda Indonesia. Kemudian pada tahun 2020, ORENZ IBS resmi didirikan.


Pada tahun 2017, Yayasan Orenz Indonesia mendirikan sebuah program bernama Rumah Muda Indonesia yang pada saat itu berjumlah 10 santri.


Selanjutnya, alumni dari Rumah Muda Indonesia turut menjadi pengurus di ORENZ Islamic Boarding School.


Tenaga Pengajar di ORENZ Islamic Boarding School


Untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan para santri, ORENZ IBS melibatkan pengajar yang berkompeten di bidangnya.


Untuk pengajar di pondok, ORENZ IBS menggandeng asatidz yang telah memiliki pengalaman dan pemahaman yang mumpuni terkait dengan kepesantrenan. 


Sedangkan untuk pengajar sekolah, ORENZ IBS untuk saat ini masih bergabung dengan pengajar dari SMK Karya Uncita Bogor yang juga telah berkompeten di bidangnya masing-masing.


Untuk bidang bisnis? Jangan ditanya! Sebagai program unggulan, sudah tentu ORENZ IBS menggandeng pebisnis-pebisnis yang telah berpengalaman dan juga memiliki karakter pengusaha.


Metode Menghafal di ORENZ Islamic Boarding School


Menghafal al-quran merupakan aktivitas rutin setiap hari bagi para santri ORENZ IBS. Setiap santri memiliki cara menghafalnya tersendiri. Namun pondok telah memberikan keluangan waktu menghafal diantara padatnya jadwal pembelajaran di pondok dan sekolah.


Santri ORENZ bangun setiap pukul 03.00 WIB untuk melaksanakan sholat tahajud berjamaah. Kemudian sambil menunggu waktu shubuh, santri diberikan waktu untuk menghafal, karena dilarang bagi santri untuk tidur kembali.


Setengah jam sebelum dhuhur dan setengah jam setelahnya juga merupakan waktu menghafal bagi para santri. Tak hanya waktu dhuhur, setiap waktu sholat wajib pun demikian.


Kemudian selesai waktu isya sampai pukul 21.00 WIB, santri diberikan kesempatan untuk menyetor hafalannya.


Nah, bagi santri yang sudah dinyatakan lulus pada juz tertentu, maka waktu untuk simakan adalah dengan menjadi imam sholat tahajud. Santri ORENZ IBS terbiasa sholat tahajud dengan membaca satu juz al-quran dan di-imami oleh santri yang lain. Kemudian apabila ada kesalahan dalam bacaan, maka santri lain yang membenarkan.


Selain waktu menghafal, setiap selesai sholat isya, santri juga diberikan materi tahsin. Sehingga bukan hanya kuantitas, namun juga kualitas yang benar-benar dipelajari oleh santri.


Sebagai pesantren yang menyediakan program hafalan, ORENZ IBS menyiapkan fasilitas yang nyaman bagi para santri untuk menghafal, diantaranya adalah lingkungan yang asri, dan jauh dari keramaian kota. Pihak pesantren juga telah menyiapkan al-quran khusus hafalan bagi para santri.


Semoga para santri dapat mewujudkan impiannya untuk menjadi hafidz al-quran. Aamiin.

Sunday, 3 January 2021

 


Abrahah merupakan nama seorang raja yang konon pada masa kelahiran Nabi Muhammad, memimpin 'pasukan gajah' untuk menghancurkan ka'bah di Mekah.

Peristiwa tersebut diceritakan dalam surat al-Fiil (jamak fiyalah, fuyul, dan afyal) yang dalam Bahasa Arab berarti gajah.

Banyak yang menceritakan bahwa pada masa sebelum itu, terjadi pembunuhan besar-besaran orang Nasrani oleh Zu Nuwas. Mendengar hal itu, raja Abisinia mengirim sebuah pasukan besar yang dipimpin oleh Aryat dan Abrahah sebagai wakil raja. Pasukan tersebut kemudian dapat menaklukkan Yaman.

Setelah kejadian tersebut, terjadi pertarungan antara Aryat dengan Abrahah yang kemudian menyebabkan Aryat terbunuh. Dengan terbunuhnya Aryat, maka kemudian Yaman berada di tangan Abrahah.


Setelah dipercaya menjadi gubernur di Yaman, Abrahah kemudian membangun sebuah katedral (gereka) besar di Shan'a yang konon terbuat dari barang-barang mewah. Pualam (marmer) yang dibawa dari peninggalan istana Ratu Saba', salib-salib terbuat dari emas dan perak, serta mimbarnya terbuat dari gading dan kayu hitam.

Tujuan dibangunnya gereja tersebut adalah untuk menarik perhatian dari raja. Selain itu, ia juga ingin mengubah pusat masyarakat Arab yang setiap tahun berziarah ke ka'bah, beralih ke gereja di Shan'a.

Karena Abrahah merasa bahwa ka'bah telah membuat masyarakat Arab tidak mau beribadah ke gereja di Shan'a, akhirnya ia memiliki niat untuk menghancurkan ka'bah.

Abrahah beserta pasukannya menaiki gajah untuk menuju ke Mekkah, dimana bagi masyarakat Mekkah, hal itu sangat asing.

Sebelum mewujudkan niatnya, Abrahah mengumumkan kepada masyrakat Mekah, khususnya suku Quraisy, untuk tidak takut kepada mereka, sebab mereka hanya berniat menghancurkan ka'bah, bukan untuk perang. Namun meski begitu, pasukan Abrahah melakukan perampasan harta dari kaum yang lemah.

Salah satu harta rampasan Abrahah adalah dua ratus ekor unta milik Abdul Muthollib bin Hasyim. Penduduk setempat tidak berani melawan, sebab pasukan Abrahah berjumlah sangat banyak.

Abdul Muthollib bin Hasyim pada saat itu merupakan pemimpin Mekah. Ketika pertama melihatnya, Abrahah langsung tunduk hormat kepada Abdul Muthollib bin Hasyim.

Abdul Muthollib bin Hasyim mendatangi markas perang Abrahah. Tujuannya tak lain adalah untuk mengambil hartanya yang dirampas, yakni dua ratus ekor unta.

Abrahah merasa tersinggung, sebab tujuannya untuk menghancurkan ka'bah tidak dibahas sama sekali oleh Abdul Muthollib. Namun setelah Abrahah membahasnya, Abdul Muthollib hanya menjawab bahwa dia pemilik unta, bukan pemilik ka'bah. Ka'bah milik Allah.

Abdul Muthollib kemudian menawarkan harta lain kepada Abrahah supaya keinginannya untuk menghancurkan ka'bah dibatalkan. Namun ternyata keinginan tersebut sudah sangat kuat. Abrahah tetap bulat tekadnya untuk menghancurkan ka'bah.

Pada saat Abrahah mengerahkan pasukannya, tiba-tiba saja mereka merasa dihujani batu yang dibawa oleh kawanan burung besar. Burung itu seperti menyebarkan virus yang sangat mematikan. Pasukan Abrahah mendapati kulitnya mulai mengeluarkan letupan-letupan. Tidak sedikit pasukan Abrahah yang tewas akibat hal itu, bahkan Abrahah sendiri pun tewas. Peristiwa ini kemudian diabadikan oleh Allah dalam surat al-Fiil juz 30.

Sebagai umat muslim, seharusnya kita bisa mengambil pelajaran dari cerita di atas. Dari cerita tersebut, kita tentu saja harus menghindari beberapa sifat dari Abrahah berikut ini:


1. Sombong
Abrahah merupakan seorang raja yang sombong. Ia merasa bahwa dirinya adalah raja yang kuat dan berkuasa. Abrahah merampas harta kaum-kaum yang lemah.

Tak hanya itu, ia juga merasa bahwa yang dimilikinya-lah yang harus dikagumi dan dihormati.

Allah SWT berfirman pada surat Luqman ayat 18 : "Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."

Sifat sombong harus kita hindari. Lawan dari sifat sombong adalah rendah hati (tawadhu'). Allah sangat menyukai hamba-Nya yang memiliki sifat rendah hati.

2. Iri
Iri adalah sifat yang timbul pada seseorang ketika tidak senang melihat keunggulan yang lain.

Sifat iri Abrahah bisa kita lihat ketika dia tidak senang terhadap ka'bah yang selalu ramai dikunjungi oleh umat muslim setiap tahun.

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (Q.S. an-Nisa ayat 32)

3. Dengki
Rasa iri Abrahah berbuah kepada dengki. Beda antara iri dengan dengki adalah, iri hanya rasa cemburu terhadap nikmat yang lain, sedangkan dengki adalah sikap yang berharap agar kenikmatan terhadap yang lain hilang.

Dari Anas ra. yang berkata bahwa Nabi saw. bersabda, "Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling memalingkan muka, dan saling memutuskan ikatan, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah bersaudara. Tidaklah halal bagi seseorang muslim untuk mengabaikan dan tidak bertegur sapa dengan saudaranya lebih dari tiga hari." (Muttafaq 'alaih)


Saturday, 2 January 2021

 


Judul Buku : Mengutamakan yang Lebih Utama
Penulis : KH. Moch. Djamaluddin Ahmad
Penerbit : Pustaka Al-Muhibbin
Tebal Buku : 49 halaman
ISBN : 978-602-9253-43-6
Cetakan II : Rajab 1440 H/Maret 2019

Banyak hal baik yang bisa dikerjakan di dunia ini. Sungguh beruntung jika kita bisa mengerjakan semua hal baik tersebut. Namun jika disuruh memilih salah satu, apakah kita bisa menentukan mana yang paling baik?

Dalam beribadah, kita sering dihadapkan pada sebuah pilihan untuk diprioritaskan salah satunya. Kebenaran dalam pemilihan ini menjadi penentu atas keabsahan pada ibadah yang lain.

Mengutamakan yang Lebih Utama merupakan salah satu buku karangan KH. Moch. Djamaluddin Ahmad. Dalam buku ini, kita  diajak menelaah untuk mengambil sikap yang harus didahulukan antara dua hal yang sama-sama baiknya.

Salah satu contoh pembahasan dalam buku ini adalah perbandingan antara adab dengan ilmu. Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa adab jauh lebih utama dibandingkan ilmu. Namun apakah semua orang tahu mengapa adab harus didahulukan? Penulis akan secara rinci menjawab pertanyaan tersebut.

Selain perbandingan antara adab dengan ilmu, dua hal utama lain yang ditulis dalam buku ini adalah Amal Sholeh dan Akhlak Karimah. Kira-kira manakah yang lebih utama?

Buku ini berukuran kecil dan tidak terlalu tebal, sehingga bisa diselesaikan dengan sekali duduk saja. Tidak perlu cemas, bahasa yang ditulis juga tidak terlalu berat. Hal ini membuat kita tidak usah terlalu berpikir berat dan memakan waktu yang lama dalam menyelesaikannya.

"Tidak cukup bagi orang alim hanya memiliki ilmu saja tanpa disertai akhlak (yang mulia) dan adab tata krama". (as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani)

Sunday, 2 August 2020


Judul Buku : Narasi Gurunda
Penulis : Jihan Mawaddah
Penerbit : Wadah Baca Masyarakat Sanggar Caraka
Tebal Buku : 162 halaman
ISBN : 978-623-92548-1-0
Cetakan Pertama : Desember 2019
Cetakan Kedua : Februari 2020

Dunia ini adalah tempat bersusah payah. Jika ingin istirahat, sebaik-baik tempat peristirahatan adalah akhirat yang kekal. Surga yang luasnya seluas langit dan bumi. -Narasi Gurunda, halaman 159

Narasi Gurunda adalah sebuah buku biografi yang ditulis oleh Jihan Mawaddah. Dia tak lain adalah teman satu komunitas menulis saya yang bernama One Day One Post. Bagi saya, ada kepuasan tersendiri ketika membaca buku karya teman. Pertama, kita jadi punya semangat agar bisa memiliki karya seperti dia. Kedua, kita juga bisa belajar banyak darinya.

Sejak awal mengenalnya di komunitas, saya merasa bahwa Kak Jihan Mawaddah adalah seorang yang benar-benar tekun dalam dunia kepenulisan. Blog 'JEYJINGGA' yang rutin diisi tulisan olehnya adalah salah satu bukti bahwa dia adalah seorang yang tak pernah lupa untuk menulis, menulis, dan menulis. Anggapan saya tersebut semakin diperkuat dengan lahirnya Narasi Gurunda.

Pertama kali tahu Kak Jihan memulai pre-order untuk bukunya tersebut, yang ada di pikiran saya adalah, "Gila sih ... keren banget udah bisa nulis buku." Itu saja! Sama sekali saya tidak tertarik untuk membeli bukunya. Sebab, dari dulu saya bukanlah penikmat buku biografi.

Beberapa hari setelah masa pre-order ditutup, saya melihat banyak sekali ulasan positif dari pembaca Narasi Gurunda. Membaca ulasan-ulasan tersebut, saya pun ngiler kepengin baca juga. Karena ternyata, biografi dalam buku tersebut disuguhkan dalam bentuk novel.

Dua bulan setelah cetakan pertama, Narasi Gurunda pun naik cetak lagi. Kebayang dong gimana bagus dan larisnya buku ini? Beruntung, saya masih dapat slot untuk pesan.




Buku ini diterbitkan oleh Sanggar Caraka pertama kali pada bulan Desember 2019. Setelah membaca isi di dalamnya, saya baru tahu bahwa Gurunda yang dimaksud pada judul adalah ayah si penulis sendiri.

Narasi Gurunda menceritakan tentang sosok Taufiq yang memang sangat layak untuk dicontoh. Bagaimana beliau menerima segala kekurangan hidupnya, bagaimana beliau berjuang dalam menghadapi ujian Allah, dan masih banyak lagi.

Dua puluh halaman pertama buku ini berisi sambutan dan testimoni beberapa tokoh. Ini membuktikan bahwa banyak orang yang mengenal baik Sang Gurunda.

Saya sangat suka tulisan Kak Jihan dalam menceritakan sosok Taufiq. Bahasa yang dipakai sederhana dan tentu saja mudah dipahami. Kisah awal tentang sabar dan qonaahnya seorang Taufiq berhasil membuat saya terenyuh. Semakin ke belakang, Narasi Gurunda akan semakin membuat penasaran.

Meski disajikan dengan bahasa yang ringan dan sederhana, namun pesan yang disampaikan dalam buku ini kaya banget. Dari buku ini, saya belajar bahwa kesederhanaan bukanlah penghalang untuk kita mencapai mimpi. Buku ini cocok dibaca mulai dari usia remaja hingga dewasa.

Wednesday, 12 February 2020

dokumentasi kegiatan sosialisasi SMK Orenz di MTs Darul Ihsan

Alhamdulillah ... setelah tiga tahun berjalan, tahun ini Pesantren Bisnis Orenz (ex Rumah Muda Indonesia) telah mendirikan lembaga pendidikan menengah atas bernama SMK-IT CYBER GLOBAL ORENZ. Jika sebelumnya berjalan sebagai lembaga  nonformal, maka tahun ini Pesantren Bisnis Orenz (PBO) sudah menjadi lembaga pendidikan formal.

SMK-IT Cyber Global Orenz (SMK Orenz) bersifat boarding school, maka seluruh siswa diwajibkan untuk tinggal di asrama yang telah disediakan.

SMK Orenz  berlokasi di Jl. Hegarsari Desa No.165, Cibeber I, Bogor, Jawa Barat 16640.

Kenapa yang didirikan adalah SMK?
Tentu saja banyak yang sudah tahu perbedaan antara SMK dengan SMA. Perbedaan yang paling mencolok adalah, jika SMA lebih banyak teori yang diberikan, maka di SMK lebih banyak praktik.

Jika pada SMA hanya disediakan jurusan IPA, IPS, Bahasa, dan Agama (biasanya di MA atau SMA Islam); maka di SMK jurusannya bisa lebih banyak.

Di bawah naungan Yayasan Orenz Indonesia, SMK Orenz menyediakan tiga jurusan untuk para siswa, dengan program unggulan adalah Tahfidz Qur'an.


1. Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian
Siswa program keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, dipersiapkan untuk menjadi tenaga terampil dalam industri dan mampu berwirausahaa di bidang tersebut.

Pada jurusan ini, siswa diajarkan untuk mahir dalam mengenali pasar. Sehingga mampu menciptakan produk yang diminati banyak orang.

2. Desain Komunikasi Visual
Menghasilkan tamatan yang terampil dan memiliki kemampuan berwirausaha di bidang industri kreatif, mencari solusi akan kebutuhan desain yang meliputi penguasaan media informasi, publikasi, dan promosi. Dengan menguasai konsep yang inovatif, profesional, dan teknis praktis, serta mengedepankan budaya rupa nusantara, berfikir kreatif, dan apresiatif.

3. Multimedia
Menyiapkan siswa agar mampu menyampaikan pesan dan informasi yang dapat digunakan melalui berbagai media yang ada seperti media teks, grafis, animasi, audio, video, dan media interaktif.


Apa saja yang membedakan SMK Orenz dengan sekolah lain?
1. Boarding School
Untuk Mewujudkan lulusan pesantren yang berkarakter sukses mulia, berwawasan digital, dan berjiwa enterpreneurship, maka SMK Orenz mewajibkan para siswa untuk mengikuti program asrama.

2. Siswa dirintis menjadi Pengusaha Penghafal Qur'an
Selama tinggal di asrama, para siswa akan dikarantina dan dilatih menjadi pengusaha yang berkarakter dan memiliki hafalan qur'an. Sehingga harapan terbesarnya adalah, para siswa lulusan SMK Orenz menjadi pribadi yang sukses dan mulia. Sukses dengan kemampuan berbisnis, dan mulia (di hadapan Allah) dengan modal hafalan qur'an.

3. Beasiswa
SMK Orenz memberikan beasiswa kepada semua siswa yang memenuhi syarat pendaftaran. Persyaratannya adalah:
  • Muslim laki-laki (untuk tahun ini, SMK Orenz masih dibuka untuk laki-laki saja)
  • Lulusan SMP/MTs sederajat
  • Berusia 14-16 tahun
  • Tidak merokok
  • Lancar membaca qur'an 
  • Memiliki hafalan qur'an diprioritaskan
  • Siap tinggal di asrama
  • Bersedia dan lolos mengikuti proses seleksi
  • Bersedia mengikuti program tahfidz dan sekolah formal
Selama tiga tahun, siswa hanya cukup membayar biaya pendaftaran dan seragam saja. Sehingga orangtua tak perlu cemas memikirkan biaya sekolah. Meski begitu, SMK Orenz mewajibkan santri/siswa untuk membayar uang komitmen berupa uang deposit. Uang deposit ini nantinya akan dikembalikan lagi ke siswa sebagai modal bisnis mereka.

Setelah lulus tiga tahun, para siswa diharuskan untuk mengikuti program ikatan dinas selama dua tahun untuk memperdalam skill yang telah diajarkan. Apabila tidak mengikuti, maka akan ada konsekuensi yang diberikan berkaitan dengan uang deposit masing-masing santri.



Fasilitas apa saja yang akan diterima para siswa/santri?
  • Makan 3 kali sehari
  • Koneksi internet selama proses pendidikan
  • Tempat tinggal (asrama)
  • Asatidz/pengajar yang kompeten
  • Magang dan pelatihan bisnis
  • Area berkebun
  • Fasilitas olah raga
  • dll

Kapan dan bagaimana cara daftar di SMK Orenz?
Waktu pendaftaran SMK Orenz mulai tanggal 30 Januari sampai 14 Maret 2020.
Proses seleksinya adalah sebagai berikut:
- Psikotest Calon Santri: 15 Maret 2020
- Wawancara Orang tua via Online : 25 Februari - 14 Maret 2020
- Pengumuman Hasil: 28 Maret 2020

Bagaimana cara daftarnya?
Untuk pendaftaran, bisa dilakukan secara online melalui website www.pesantrenbisnisorenz.com.

SMK ORENZ ...Sukses Mulia!!!

Thursday, 3 October 2019


Hari ini, TK-IT Insan Mandiri Bogor mengadakan kegiatan Market Day di sekolah. Murid-murid tampak sangat bahagia dengan jualannya masing-masing. Ada yang jualan donat, puding, alat belajar, bahkan mainan.

TK-IT Insan Mandiri berada di Desa Cihideung Udik Bogor. Ada 36 murid yang belajar di sekolah ini. Mereka terbagi menjadi dua kelas, yakni kelompok A dan kelompok B.


Kegiatan Market Day diadakan di halaman sekolah. Mereka berangkat pagi-pagi sekali agar mendapat tempat yang menurut mereka strategis dan banyak dilewati.

Orangtua murid juga turut serta dalam kegiatan tahunan ini. Pihak sekolah hanya mengizinkan mereka menjadi pembeli saja. Tetapi bagi yang kelompok A, orangtua masih diperkenankan untuk membantu anaknya berjualan.


Market Day dimulai sejak jam delapan pagi. Melalui kegiatan ini, murid-murid diharapkan mengerti bagaimana susahnya orangtua dalam mencari uang. Tak hanya itu, mereka juga diajari bagaimana cara melayani orang dengan baik ketika berjualan.


Kegiatan ini terbuka untuk umum, sehingga masyarakat sekitar bebas masuk ke dalam area sekolah untuk membeli barang yang dijual murid-murid.

Murid-murid didampingi orangtuanya kemudian menyetor sebagian dari hasil berjualan kepada pihak sekolah. Selanjutnya, uang tersebut diberikan kepada anak yatim dan dhuafa yang berada di dekat lingkungan sekolah.

Saturday, 21 September 2019


Sebagai generasi millenials, jalan-jalan adalah suatu kebutuhan yang harus terpenuhi. Entah itu setiap bulan, setiap pekan, atau bahkan setiap hari. Oh iya, jalan-jalan cerdas bagi generasi millenials adalah jalan-jalan yang low budget, tapi bermanfaat. 

Indonesia ini keren banget loh, guys. Punya banyak destinasi wisata mulai dari yang mahal, sampai yang gak perlu modal. Semua tempat wisatanya, menurutku punya nilai edukasi masing-masing yang sayang banget kalau dilewatkan.

Nah, kali ini aku mau cerita salah satu tempat wisata di Bogor yang super murah tapi enggak murahan. Namanya adalah Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia. Biar simple, disingkat jadi Munasain. 

Munasain terletak di Kota Bogor bagian tengah. Berseberangan langsung dengan Kebun Raya Bogor dan Istana Presiden.

Museum yang dikelola oleh LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia) ini awalnya bernama Museum Etnobotani (Ethnobotanical Museum). Berdiri sejak tahun 1982, namun pada tahun 2016, namanya diubah menjadi Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia.

Setiap pengunjung dikenakan tiket seharga Rp5.000. Menurutku sih, ini mumer banget.

Lalu ... ada apa saja sih, di Munasain Bogor ini? Tahan nafsu ya, Guys! Tempat ini bikin khilaf. Bawaanya pengin foto terus. 

Oh iya, kenalin ... akan ada tiga model yang bakal sering muncul di postingan ini. Pertama, yang berkaos hitam dan pakai topi namanya Ilyas, temanku dari Makassar. Sedangkan yang pakai jaket merah namanya Jalu, teman SMPku yang tinggal di Pare. Lalu yang terakhir adalah aku sendiri. 


Spot pertama yang ada di Munasain adalah lorong sejarah. Ada banyak sejarah dan informasi yang disuguhkan di bagian ini. Mulai dari sejarah Bogor, Kebun Raya, sampai sejarah Munasain sendiri.


Nah, makin kita masuk, makin banyak informasi yang disuguhkan. Oh iya, walaupun sudah didirikan sejak tahun 80-an, tampilan bangunan ini kelihatan anak muda banget loh.


Munasain juga memberikan informasi lengkap mengenai rempah-rempah yang ada di Indonesia. Aku enggak akan memberi tahu secara detail mengenai informasi yang disampaikan di tempat ini. Jadi, silakan langsung datang supaya tahu. 


Sejarah geologi juga ditampilkan di Munasain.


Lengkap! Munasain juga menyediakan buku-buku lawas yang tersimpan rapi di dalam ruangan.


Selain buku-buku lawas, ada juga peralatan laboratorium di ruangan tersebut.


Setelah itu, ada juga bagian yang khusus menampilkan kebudayaan daerah di Indonesia. Mulai dari peralatan rumah tangga, hingga pakaian adatnya.



Nah, ada lagi nih ... kita akan tahu lebih dalam tentang Biofarma di panel ini.


Terakhir, kita bisa kasih pesan dan kesan yang didapat selama berkunjung di Munasain Bogor melalui pohon kebaikan.

Sebenarnya, masih ada lantai dua di Munasain. Tapi kebetulan saat itu tangga sedang ditutup, mungkin tengah dalam proses perbaikan.


Bagaimana, sudah kepengin berkunjung atau belum, nih? Kendaraan buat sampai ke Munasain juga gampang banget kok. Dari stasiun Bogor, hanya berjarak ±1 Km.

INFO PENTING!
Lokasi: Jl. Juanda No. 24 Bogor
Jam Operasional: Senin-Jumat (08.00-16.00 WIB), Sabtu-Minggu (09.00-14.00 WIB)