Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Monday, 30 March 2026


Hari ini, saya membaca beberapa ungkapan dari anak-anak tentang sekolah. Saya tidak marah. Saya juga tidak tersinggung. Justru saya mencoba memahami—bahwa di balik setiap kalimat, ada rasa yang ingin disampaikan.


Mungkin ada lelah yang tidak terucap.
Mungkin ada kecewa yang belum menemukan tempatnya.
Atau mungkin hanya sekadar ingin didengar.

Dan itu manusiawi.


Namun, ada satu hal yang pelan-pelan ingin saya ajak kita semua renungkan…


Bahwa setiap kata yang kita tulis, setiap kalimat yang kita bagikan, bukan hanya sekadar tulisan. Ia membawa makna. Ia membawa citra. Ia membawa cerminan diri kita sendiri.


Sekolah ini—pondok ini—mungkin belum sempurna.
Fasilitasnya mungkin belum seperti yang diimpikan.
Cara mengajar guru mungkin belum selalu sesuai dengan harapan kalian.

Tapi di tempat inilah kalian bangun pagi, menahan kantuk untuk belajar.
Di tempat ini kalian bertemu teman, tertawa, bercanda, bahkan kadang bertengkar lalu berbaikan lagi.
Di tempat ini pula, ada guru-guru yang mungkin terlihat tegas, kadang terasa “menyindir”, tapi sesungguhnya sedang berusaha mendidik dengan caranya.

Tidak semua bentuk perhatian selalu terasa nyaman.


Ada nasihat yang lembut, ada juga yang terasa keras.
Ada yang disampaikan dengan senyum, ada yang lewat teguran.

Namun seringkali, yang terasa tidak enak justru yang paling membekas dan paling membentuk kita di kemudian hari.


Menyampaikan perasaan itu tidak salah. Mengkritik juga bukan hal yang dilarang. Bahkan itu tanda bahwa kalian peduli.

Tapi ada perbedaan besar antara menyampaikan dengan niat memperbaiki dan menyampaikan dengan cara yang melukai.


Ketika sesuatu disampaikan di ruang publik dengan kalimat yang menjatuhkan, tanpa kita sadari, kita bukan hanya sedang berbicara tentang sekolah…
tapi juga sedang membangun cara orang lain melihat tempat kita belajar.

Padahal, di balik semua kekurangan itu, ada banyak kebaikan yang mungkin belum sempat kita hitung.


Ada orang tua yang dengan penuh harap menitipkan kalian di sini.
Ada guru yang setiap hari datang, mengajar, menegur, bahkan memikirkan kalian lebih dari yang kalian bayangkan.

Ada doa-doa yang mungkin tidak pernah kalian dengar, tapi terus dipanjatkan untuk kebaikan kalian.

Maka, jika ada yang terasa kurang, mari belajar menyampaikannya dengan cara yang lebih baik. Datang, berbicara, berdiskusi. Sampaikan dengan adab. Dengan niat memperbaiki.

Karena pada akhirnya, yang sedang kita bangun bukan hanya ilmu…
tapi juga akhlak.

Bukan hanya kecerdasan…
tapi juga kedewasaan.

Kita ingin kalian bukan hanya menjadi orang yang pintar,
tapi juga menjadi pribadi yang tahu bagaimana bersikap.

Yang tetap mampu menjaga kata-kata, bahkan ketika sedang kecewa.
Yang tetap mampu menghormati, bahkan ketika belum sepenuhnya setuju.

Dan percayalah…
suatu hari nanti, ketika kalian sudah berada di luar sana, kalian akan melihat kembali tempat ini dengan cara yang berbeda.

Yang dulu terasa berat, akan terasa berarti.
Yang dulu terasa biasa, akan terasa berharga.

Dan mungkin saat itu, kalian akan tersenyum…
karena pernah menjadi bagian dari tempat ini.

Wednesday, 2 June 2021


Sejak masa PSBB berlangsung di Indonesia, produk frozen food mulai banyak digemari masyarakat. Selain karena lebih praktis, frozen food juga dipercaya kaya akan nutrisi. Selain itu, frozen food juga memiliki banyak sekali pilihan, mulai dari goreng-gorengan, makanan lokal, asia, sampai makanan barat.


Frozen food juga bisa lebih tahan lama jika dibanding dengan jenis makanan lainnya. Karena disimpan di suhu yang terjaga dan kedap udara, maka frozen food pun juga aman dari bakteri, dan tentu saja lebih higienis.


Frozen food bisa dibeli di banyak tempat, misalnya supermarket, minimarket, atau pasar. Tapi kalau mau yang lengkap dan banyak promo, kalian harus datang ke agen atau toko yang khusus menjual frozen food.


Nah, pada tulisan kali ini, aku akan kasih rekomendasi toko frozen food ke kalian semua. Karena aku saat ini tinggal di Bogor, jadi aku bakal kasih rekomendasi untuk di wilayah Bogor saja.


1. Dramaga Frozen food


Dramaga Frozen Food (DFF) adalah salah satu toko frozen food yang berada di Jalan Raya Tanjakan Cinangneng. Jaraknya kurang lebih 1 km dari kampus IPB Dramaga.


Toko ini mulai buka pertama kali pada tahun 2020. Meski masih baru, namun pelanggan dari DFF sangat banyak.

Jenis makanan yang dijual di DFF sangat bervariasi, mulai dari nuget, sosis, sea food, dll.


Salah satu produk yang aku sukai adalah Yogurt Sentulfresh. Aku udah nyobain yogurt ini dari waktu pertama kali di Bogor. Rasanya bikin nagih.

Biasanya kalau beli, aku dapat harga Rp10.000. Namun di DFF, aku dapat harga cuma 8.000. Dan yang lebih spesial, karena aku udah terdaftar jadi member/reseller DFF, aku dapat potongan harga lagi. Jadi harga yogurtnya cuma 6.000. Murah banget, kan!


Jika sudah terdaftar jadi member/reseller, pembeli cukup menyebutkan namanya, maka bagian kasir akan otomatis memotong harga belanja jika memang sudah terdaftar.

2. Ciomas Frozen Food
.

Ciomas Frozen Food berlokasi di area ruko daerah Padasuka, Kecamatan Ciomas, Bogor.

Hati-hati aja kalau datang kesini, karena pilihan frozed foodnya ada banyak banget. Bakal ngiler kalau udah masuk ke tokonya.

Selain terletak di dekat jalan raya, Ciomas Frozen Food memiliki area parkir yang luas.

3. Sadeng Frozen Food 

Mau cari tomyum? Atau mau cari makanan ala-ala Korea lainnya? Datang ke Sadeng Frozen Food aja!

Kalian bisa dapetin makanan-makanan itu dengan harga yang murah banget. Selain makanan korea, di Sadeng Frozen Food juga ada makanan cemilan seperti donat, kentang, roti burger, otak-otak, nuget, dll.

Harga Nuget di Sadeng Frozen Food, mulai dari 10ribuan. Namun, jika ingin dapat potongan harga, kalian hanya perlu daftar jadi reseller saja. Cukup bayar biaya reseller, maka kalian akan langsung otomatis terdaftar jadi reseller di Sadeng Frozen Food. Atau, kalau mau gratis, cukup belanja sesuai dengan ketentuan.

Sadeng Frozen Food berlokasi di Jalan Raya Leuwisadeng, tepatnya di depan kantor kecamatan Leuwisadeng.

4. Cibatok Frozen Food

Toko ini melayani pembelian di tempat maupun pembelian online. Cibatok Frozen Food buka selama sepekan penuh tanpa libur, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam.

Kalau males datang ke toko, kalian bisa langsung menghubungi kontak yang ada : 082213198464, lalu bakal ada yang anter ke rumah. Hanya melayani di area tertentu saja loh ya. Untuk area luar Cibatok, bisa dikirim melalui ekspedisi yang hanya butuh waktu sehari.

Friday, 28 May 2021

 


Di suatu Kamis yang panas banget, Ajat, salah satu temanku di Bogor, mengajakku untuk jalan-jalan keliling Bogor.

Karena kebetulan saat itu aku juga lagi gabut banget, akhirnya aku meng-iya-kan ajakannya. Padahal, Kabupaten Bogor yang luasnya empat kali negara Singapura mah, nggak bakal bisa kita puterin.

Aku tinggal di Kecamatan Leuwiliang, sedangkan Ajat tinggalnya di Kecamatan Cariu. Jaraknya antara Leuwiliang dengan Cariu kurang lebih 75 km. Bayangin, berapa lama aku nungguin dia? Belum lagi, macetnya Bogor tuh kan suka bikin esmosi naik.

Oh iya ... btw, Cariu ini letaknya sebelahan sama Jonggol. Tau Jonggol, kan? Itu tuh ... yang sering dinyanyiin sama trio ubur-ubur sama Si Wakwaw. Saking jauhnya Jonggol, akhirnya disebutlah nama itu di lagunya wakwaw. Nah, Cariu ada di deket Jonggol.

Setelah menunggu Ajat selama dua jam, akhirnya kami pun bergegas mengendarai motor.

Dari Leuwiliang, kami menuju ke arah kota. Sebenernya, niat awalnya kepengin ke bioskop. Mumpung ada film horor yang lagi tayang.

Tapi ... belum 5 km berjalan, mataku tiba-tiba galfok sama sebuah toko buku di pinggir jalanan daerah Cibungbulang. Klasik banget gitu keliatannya.


Kami kemudian mampir bentar ke toko itu. Nggak ada nama tokonya sih kalau dari luar, tapi orang-orang disitu nyebutnya 'Terminal Buku Jadul' alias TBJ.

TBJ lokasinya di daerah Cibatok, Cibungbulang. Tepatnya di dekat pertigaaan arah masuk Pondok Pesantren Al Bahjah Bogor.

Pas awal masuk ke tokonya, kami cuma berfirasat kalau harga buku disana pasti murah-murah. Dan ternyata bener ferguso! Banyak banget buku yang harganya di bawah 10ribuan.



Pemilik TBJ ini namanya Pak Iyan. Umurnya kurang lebih 55 tahun. Kecintaan beliau sama dunia literasi, duh ... mantep banget deh. Kalau aku punya seratus jempol, udah aku kasih lah ke Pak Iyan semuanya.

Buku yang ada di TBJ macem-macem, mulai dari buku agama, politik, ekonomi, sosial, sampai teknologi.

Nggak hanya jual buku bekas loh, TBJ juga jual kaset-kaset jama baheula. Yang seneng sama lagu lawas, harus banget meluncur ke TBJ.



Pak Iyan ini orangnya baik banget. Ramah, murah senyum, dan perhatian sama pengunjung. Kami sampai nyaman banget ngobrol sama beliau. *Kalau udah cocok mah pasti nyaman.

Oh iya, kalian tahu nggak, berapa aja harga rata-rata buku disana?



Waktu itu aku beli 5 buku. Pak Iyan ngasih harga 40.000. Berarti rata-rata buku yang aku beli harganya 8ribu. Tapi bukan berarti kebanyakan harganya segitu loh ya. Ini cuma gambaran aja dari yang aku beli.

Nah, setelah 5 buku udah dibungkus, eh ... Pak Iyan malah ngasih bonus 1 buku. Baik banget kan? Baik nggak? Baik lah ...



Area depan TBJ ini cukup luas. Hal itu yang kemudian membuat banyak banget mahasiswa tertarik berkunjung ke TBJ. Baik itu buat baca-baca, sharing informasi, sharing ilmu, atau bahkan hanya sekadar ngopi.

TBJ ternyata adalah satu-satunya toko buku lawas yang ada di Bogor Barat. Maka nggak heran kalau toko Pak Iyan ini selalu ramai dikunjungi orang.

Orang yang sudah tua mampir kesini karena ingin nostalgia dengan jaman dulu. Anak muda mampir kesini karena penasaran dengan tulisan-tulisan jaman dulu.
(Pak Iyan)

Saturday, 30 March 2019


Alhamdulillah, sudah lima bulan berlalu sejak aku dan teman-temanku memulai usaha kecil kami: berjualan susu. Lima bulan yang penuh warna—pelajaran yang datang tiba-tiba, tantangan yang membuat kami tumbuh, dan kebahagiaan yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya. Ternyata, usaha ini tidak hanya tentang menjual susu. Ia berubah menjadi perjalanan yang mengajarkan kami arti kehidupan, makna kerja keras, dan bagaimana menjalani setiap proses dengan hati yang ikhlas.


Semua berawal dari sebuah kebetulan. Salah satu teman kami memiliki tempat pengolahan susu di rumahnya. Dari sana muncul pertanyaan sederhana: “Kenapa tidak mencoba sesuatu yang baru?” Ide pun lahir—kami ingin membuat susu dengan beragam varian rasa, seperti yang dijual Susu Mbok Darmi. Sebuah konsep yang sederhana namun membuat kami sangat bersemangat. Sayangnya, semangat saja tidak cukup, karena tantangan mulai berdatangan sebelum usaha ini benar-benar dimulai.


Rintangan pertama adalah mencari tempat berjualan. Kami mendatangi lokasi demi lokasi, berharap menemukan tempat yang cocok. Namun setiap pilihan datang dengan persoalan masing-masing. Lokasi strategis, tapi harga sewanya mahal. Ada tempat murah, tapi sepi pembeli. Ada juga tempat ideal, tapi jaraknya jauh dan memakan banyak waktu serta bensin. Namun kami tetap melangkah. Meski sulit, kami tahu bahwa setiap langkah adalah bagian dari perjuangan.


Setelah bolak-balik mempertimbangkan, kami akhirnya memilih menyewa sebuah tempat di Cikampak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Letaknya cukup dekat, harganya sesuai dengan kemampuan kami, dan rasanya seperti pilihan yang paling masuk akal. Dengan hati penuh harap, kami membuka usaha kami untuk pertama kalinya.


Hari pertama itu… Masya Allah, kami dibuat terkejut sekaligus sangat bersyukur. Dalam sehari, 8 liter susu habis terjual. Satu liter menjadi enam gelas—berarti ada 48 pembeli di hari pertama, tanpa promosi apa pun. Keuntungan hari itu langsung kami sisihkan untuk modal berikutnya. Semangat kami seperti terbang tinggi.


Namun memasuki pekan kedua, pelan-pelan kami mulai menyadari bahwa perjalanan ini tidak akan semulus itu. Kami mencari karyawan untuk membantu, bukan karena malas, tapi karena bisnis online yang lebih dulu berjalan mulai terbengkalai. Awalnya kami senang karena kami bisa membuka lapangan kerja kecil—bahkan bisa menggaji karyawan. Tapi saat bulan kedua tiba, realitas mulai berbicara. Pendapatan menurun. Bahkan setelah dihitung dengan teliti, kami justru mengalami kerugian.


Penjualan naik turun seperti ombak. Pada pekan keempat, hasilnya turun drastis hingga tidak cukup untuk menggaji karyawan. Meski begitu, kami terus mencoba. Promo beli 2 gratis 1 kami luncurkan, tetapi hasilnya tetap jauh dari harapan. Kami bertanya kepada pelanggan setia, berharap menemukan titik perbaikan, namun hampir tidak ada masukan yang bisa kami jadikan pegangan. Hari demi hari berlalu, dan angka terus menunjukkan minus.


Sampai akhirnya, kami duduk bersama untuk berbicara dari hati ke hati.


“Lanjut atau berhenti?” tanyaku.

“Kita buka dari jam delapan pagi sampai jam sepuluh malam. Tapi tabungan kita makin menipis…”


Hening. Tidak ada yang langsung menjawab. Semangat masih ada, tapi kenyataan tidak bisa kami abaikan.


Akhirnya, setelah mempertimbangkan semuanya, kami memutuskan untuk menutup usaha susu ini. Mungkin rezeki kami belum terletak di jalan ini. Mungkin Allah ingin kami belajar sesuatu yang lebih besar dari sekedar untung dan rugi.


Setelah menutup usaha, kami bercerita kepada guru kami. Beliau tersenyum dan berkata:


“Semua orang siap untuk sukses. Tapi tidak semua orang siap untuk gagal. Jika kamu sudah siap untuk gagal, berarti kamu sudah berada jauh di jalan menuju sukses.”


Kalimat itu menampar sekaligus menguatkan. Kami akhirnya memahami bahwa kegagalan bukan akhir cerita—ia adalah bagian dari proses yang harus dilalui oleh siapa pun yang ingin benar-benar tumbuh.


Dari perjalanan ini, kami belajar banyak hal:

• Memulai bisnis butuh strategi, bukan hanya semangat.

• Lokasi menentukan arah usaha—apa yang terlihat ideal tidak selalu menghasilkan.

• Pelayanan adalah wajah usaha. Senyum, kerapian, dan keramahan jauh lebih berarti dari yang kami kira.

• Promo bukan sekadar promosi—ia adalah komunikasi. Kalau pembeli tidak tahu, maka promo itu percuma.

• Dan yang paling penting: kerja keras tidak selalu berakhir pada keberhasilan. Kadang Allah ingin kita belajar dulu sebelum diberi lebih.


Kami juga belajar bahwa syukur adalah kunci. Banyak orang hanya bersyukur ketika sukses, padahal Allah juga bersama kita ketika usaha kita goyah.


Akhir kata, inilah cerita kami—cerita para pemuda yang sedang belajar memahami hidup. Sebentar lagi aku memasuki usia kepala dua, dan perjalanan singkat ini meninggalkan jejak yang dalam. Semoga kisah ini bisa menjadi pengingat bahwa hidup adalah tentang melangkah, bukan hanya menang.


Jika ada kebaikan dalam cerita ini, ambillah sebagai bekal. Jika ada kekurangan, jadikan ia pelajaran.


Quotes & Nasihat


"Kegagalan bukan tanda akhir, melainkan pintu awal yang menunjukkan ke mana kita harus melangkah."


"Jangan takut jatuh. Takutlah ketika kita berhenti mencoba. Sebab tumbuh tak pernah lahir dari zona nyaman."


"Selama kita masih melibatkan Allah dalam setiap langkah, maka tidak ada perjalanan yang sia-sia."


Semoga Allah selalu memudahkan langkah-langkah kita, memberkahi setiap usaha kita, dan menguatkan hati kita dalam setiap proses. Aamiin.


Sunday, 11 November 2018



Sebagai negara dengan jumlah pemeluk Islam terbanyak di dunia, Indonesia sudah tentu menjadi sorotan  bagi negara-negara muslim lainnya. Mereka berlomba dalam mempelajari sistem kehidupan yang ada di nusantara ini. Terutama nilai toleransi yang begitu dijunjung tinggi. 

Beberapa Muslim dari negara lain bahkan memilih tinggal di Indonesia karena bagi mereka, di negaranya sendiri keamanan terhadap pemeluk Islam kurang terjamin. Selain itu, mereka juga memilih untuk memperdalam ilmu agama karena dianggap Islam di Indonesia sesuai dengan harapan, yakni ramah dan penuh kedamaian.

Di zaman now banyak pesantren di Indonesia yang relatif modern telah menerima santri tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Seperti pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, pesantren ini telah menerima santri asing yang berasal dari Khazakhstan, China, Malaysia, dan Thailand.

Pondok Pesantren al-Khoirot Malang juga telah menerima santri asing atau pelajar internasional dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand (Pathani), bahkan Arab Saudi. Dalam website resminya, pesantren ini menyebutkan bahwa hal yang paling perlu diperhatikan, santri yang ingin belajar lebih dari satu bulan harus mengajukan permohonan visa pelajar atau izin tinggal sementara ke kedutaan atau konsulat Indonesia terdekat.

Dalam acara 'Seminar Hasil Penelitian Santri Asing di Pesantren' yang diadakan di Hotel Shahira Bogor beberapa saat lalu, Puslitbang Pendidikan Agama Kementerian Agama menyebutkan bahwa pada tahun 2018 ini, jumlah santri luar negeri di Indonesia meningkat. 

Dari 14 pesantren yang mereka teliti, tercatat sedikitnya ada 1.587 santri luar negeri yang belajar di pesantren Indonesia. Jumlah itu meningkat tajam jika dibandingkan dengan hasil penelitian pada tahun 2014, yakni 1.300 santri dari 116 pesantren yang diteliti.

Motivasi belajar mereka pun beragam. Mulai dari kesamaan paham keagamaan aswaja; pendalaman ilmu pesantren Indonesia yang bagus untuk perbaikan umat; dorongan semangat tabligh yang tinggi; hingga adanya komunitas NU, Muhammadiyah, LDII, dan ormas lainnya yang tersebar di negara mereka.

Tak hanya faktor dari internal pesantren, kehidupan masyarakat luar pesantren di Indonesia juga membuat santri dari luar negeri menjadi betah berlama-lama untuk belajar agama di Indonesia. Sikap santun masyarakat kita ternyata juga menjadi salah satu alasan utamnya.

Realitas banyaknya santri asing yang belajar di Pesantren Indonesia, pastinya menjadi kebanggaan sekaligus PR besar bagi pihak pemerintah dan pesantren dalam memberikan layanan terhadap mereka. 

Kehadiran santri asing di pesantren Indonesia, merupakan tanda yang sangat baik, karena ini berarti negara Indonesia dipercaya dengan baik oleh pihak luar negeri untuk dijadikan tempat menimba ilmu. 

Segala jenis perbedaan ormas islam di Indonesia bukanlah suatu masalah yang seharusnya dianggap serius oleh umat muslim. Sebab, perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Yang paling penting adalah bagaimana cara kita dalam menyikapi perbedaan tersebut.

Apabila kita tepat dalam menghadapi perbedaan tersebut, umat muslim di luar negeri tentu saja akan memandang baik umat muslim di Indonesia. Sebaliknya, jika perpecahan dan permusuhan adalah jalan yang kita tempuh, bukan tidak mungkin jumlah santri luar negeri di Indonesia akan menurun. Tingkat kepercayaan mereka terhadap pendidikan islam di Indonesia bisa saja hilang.

---------
Bogor, 11 November 2018
Lutfi Yulianto.

Tuesday, 6 November 2018



Kita semua tentunya tahu bahwa pagi adalah waktu yang memiliki banyak keberkahan. Ada sebuah sumber yang mengatakan bahwa, “Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” 
Wow!

Rasulullah saw. bahkan berdoa kepada Allah agar umatnya senantiasa diberikan keberkahan di pagi hari, 

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Jika sudah demikian, mana mungkin kita bisa mendustakan keberkahan yang ada di pagi hari?

Lalu, apa saja yang bisa kita lakukan di pagi hari?

1. Berzikir
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, zikir artinya adalah puji-pujian kepada Allah yang diucapkan berulang-ulang. Sedangkan dalam bahasa Arab sendiri, zikir berasal dari kata yazkuru-zakara-tazkara yang memiliki arti menyebut, mengucap, menuturkan.

Salah satu berkah dari berzikir adalah bisa melunakkan hati manusia. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah kutipan hadis,

“Dzikir kepada Allah akan membasahi hati dan melunakkannya. Sebaliknya jika hati kosong dari dzikir, ia akan menjadi panas oleh dorongan nafsu dan api syahwat sehingga menjadi hati yang kosong dan keras. Anggota badannya sulit (menolak) untuk diajak taat kepada Allah.” (HR at-Turmudzi)

2. Tilawah dan menghafal quran.
Pagi adalah waktu yang paling tepat bagi para penghafal quran untuk menghafal atau bermurajaah. Udara pagi yang segar membuat ingatan kita juga lebih segar. 

3. Salat duha atau syuruk.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa, 'Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh'. Sedangkan salat duha sendiri, senilai dengan 360 sedekah.

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

4. Menghindari tidur pagi.
Bukan rahasia umum lagi jika udara pagi hari sangat baik bagi kesehatan tubuh. Itulah sebabnya banyak orang yang memanfaatkan waktu ini untuk olahraga atau aktivitas lainnya.

Maka sangat rugi bagi mereka yang menyia-nyiakan waktu ini, apalagi untuk tidur. Kecuali jika memang sedang dalam keadaan sakit. Sebab, tidur di pagi hari merupakan salah satu hal yang menyebabkan orang masuk dalam kategori fakir menurut kitab Ta'limul Muta'allim. Selain itu juga, tidur di pagi hari banyak memberi dampak negatif bagi kesehatan seperti, diabetes, obesitas, sakit kepala, depresi, dan lain sebagainya.

Sejauh ini, cara yang paling jitu untuk mengatasi rasa kantuk adalah dengan berwudu. Ketika wajah terkena basuhan air wudu, maka setan yang diciptakan oleh Allah dari api akan hilang. Semangat pagi akan bangkit kembali. Berkah pagi, tidak akan jauh dari diri. 

Insyaallah.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Friday, 5 October 2018


Pernah nggak sih kalian diajak jalan-jalan sama orang ke tempat yang nggak pernah kalian bayangin?

Kalau pernah, selamat ... bisa jadi anda juga orang yang kampungan sepertiku.

Tepat pada awal Desember 2017 kemarin, salah satu Sekolah Alam di Bogor menghubungiku untuk menjadi pengajar di tempat mereka. Sebelumnya, aku tidak pernah mengirimkan berkas lamaran pada sekolah itu. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba aku mendapat tawaran berharga tersebut.

Beberapa hari setelah mendapat tawaran, aku pun mendatangi sekolah itu. Oleh mereka, aku diwawancarai lama sekali. Ternyata mereka tak keberatan menerima diriku yang hanya lulusan SMA. Bagi mereka, yang terpenting adalah aku bisa dekat dengan anak-anak di sekolah alam tersebut.

Selesai wawancara, kepala sekolah mengajakku keliling untuk melihat keadaan sekolah. Cukup bagus kurasa. Memiliki kolam renang dan taman untuk edukasi siswa. Di tengah perjalanan, beliau mengajakku untuk ikut serta menemani siswa ke Taman Mini Indonesia Indah beberapa hari mendatang.

Ke Jakarta? Ini pasti mimpi! 
Berkali-kali aku meyakinkan diri sendiri kalau ajakan itu hanyalah khayalan. Sejujurnya, aku belum pernah berwisata ke Jakarta. Bahkan, membayangkan saja tak berani. Selama ini, mainku hanya terbatas di sekeliling Jombang, Malang, Surabaya, dan sekitarnya.

Setelah menyadari bahwa itu bukan mimpi, dengan tegas aku menerima ajakan tersebut. Namun kepala sekolah menghimbau agar para guru tak memakai sandal pada acara tersebut.

Sepatu dari mana yang akan aku pakai?
Antara bimbang dan cemas. Aku bahkan ingin membatalkan ajakan kepala sekolah hanya karena tak memiliki sepatu. Padahal, sebenarnya aku sangat ingin turut serta pergi ke Jakarta.

Beruntung, aku tinggal bersama teman-teman yang sangat dermawan. Sepatu mereka kupinjam untuk perjalanan ke TMII.

Hari Minggunya, aku bersama para guru lainnya berkumpul di sekolah. Sebuah mobil berwarna silver sudah menunggu di halaman sekolah.

Oh tidak! Naik mobil? Sudah pasti mabuk ini aku!
Jantung semakin berdetak kencang. Antara takut, malu, dan bingung. Keringat dinginku mulai keluar di setiap bagian tubuh.

Satu per satu siswa mulai memasuki mobil. Aku memilih masuk paling terakhir agar bisa duduk di dekat pintu. Tujuannya supaya bisa membuka kaca jendela. Namun urung, sebab salah satu guru menyuruh agar seluruh kaca mobil dalam keadaan tertutup. Jika dibuka, maka AC tak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Oh tidak! Mati aku!!!
Sepanjang perjalanan, aku mencoba menahan pengapnya udara di dalam mobil. Berusaha memejamkan mata, namun kondisi saat itu benar-benar tak nyaman. Perut rasanya seperti diaduk-aduk. 

Beberapa siswa mengajakku berkenalan. Dengan bersikap setenang mungkin, aku berusaha menjawab setiap percakapan mereka. 

Dua jam kemudian, kami sampai di area Taman Mini Indonesia Indah. Sesegera mungkin aku membuka pintu mobil. Aah .... rasanya seperti mimpi bisa merasakan udara segar kembali. Aku kemudian berlari mencari toilet. Semua isi di dalam perut, aku keluarkan. Dengan pandangan yang dipenuhi bintang-bintang, tanganku mencoba membuka kran air guna mencuci muka. Ucapan syukur tak henti-hentinya kupanjatkan.

Aku melihat para guru dan siswa tengah berkumpul untuk mengadakan breefing. Salah satu siswa kulihat berlarian enggan mendengarkan nasihat dari kepala sekolah.  

Tujuan pertama kami adalah melihat miniatur Provinsi Sumatera Barat. Satu guru mendapat tugas untuk memandu satu siswa. Aku mendapat tugas untuk memandu seorang siswa kelas dua bernama Kevin.

Tugasku mengenalkan kepada Kevin nama-nama senjata yang ada di Sumatera Barat, pakaian adat Sumatera Barat, peralatan rumah tangga, dan beberapa yang khas lainnya.

Sumatera Barat memiliki rumah adat yang khas. Berbeda dari yang lain. Saat itu, aku benar-benar merasa sedang berada di kawasan sebenarnya. Di dalam anjungan, dipajang juga beberapa pakaian adat. Tak lupa, pihak TMII juga memperdengarkan musik khas Minang.

Tujuan kedua adalah museum air tawar yang kemudian dilanjutkan ke museum serangga dan kupu-kupu.

Subhanallah ... ikannya besar-besar! Belum pernah aku melihat ikan sebesar itu. Tak hanya ikan, di museum air tawar, ada juga hewan-hewan unik lainnya. Ada hewan yang tubuhnya mirip dengan belut, namun hidungnya seperti babi. Sampai sekarang aku lupa, hewan apa ya itu?

Di museum serangga dan kupu-kupu, aku berasa seperti di film-film dongeng. Kupu-kupa yang jumlahnya sangat banyak terbang bebas di sampingku. Indah sekali.

Aku benar-benar bahagia hari itu. Allah memberiku kesempatan gratis untuk ikut serta berwisata ke Jakarta. Walau memang sifat kampung masih melekat pada diriku.

Pukul tiga sore, kepala sekolah mengakhiri kegiatan kami. Salah seorang guru memimpin doa. Selepas itu, kami kemudian bergantian menuju mobil.

Oh tidak .... naik mobil lagi?

Tuesday, 17 April 2018



Mencuci adalah hal yang setiap pekan kita lakukan. Kebanyakan dari kita mencuci agar pakaian terlihat bersih, karena itu memang tujuan terpentingnya. Tetapi ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mencuci pakaian. Sebelum kita belajar bersama tentang cara mencuci pakaian, saya akan menulis tentang pembagian air menurut islam. 

Saya pernah iseng menulis tentang air di postingan sebelumnya. Air adalah salah satu sumber kehidupan paling penting di bumi. Dalam berbagai sudut pandang ilmu, air selalu dijadikan sebagai hal yang selalu diperhitungkan. Entah dari sudut pandang ilmu fisika, kimia, atau bahkan agama.

Mari kita lihat air dari sisi islam. Berdasarkan kesuciannya, air dibagi ke dalam empat jenis, yakni:

1. Air Thahir Muthahir
Ini adalah jenis air yang berarti suci mensucikan. Thahir muthahir terbagi dalam 2 jenis, yakni air yang turun dari langit dan air yang bersumber dari bumi.

Adapun dalil tentang air yang turun dari langit itu suci adalah “Dia menurunkan bagi kalian air dari langit untuk menyucikan kalian dengannya….” (al-Anfal: 11)

Air yang turun dari langit diantaranya air hujan, air salju, air embun.

“Laut itu airnya suci dapat menyucikan dan halal bangkainya.” Dalil ini menunjukkan bahwa air laut itu suci, dan kemudian oleh para ulama diqiyaskan bahwa segala air yang dari dalam bumi adalah suci. Adapun air dari dalam bumi misalnya air laut, air danau, air sungai, dan mata air/air sumur.

2. Air Thahir Ghairu Mutahir
Ini adalah jenis air yang suci namun tidak mensucikan. Ada 2 pembagian jenis air ini, yakni:

a. Mutaghayyar, ada 4 syarat
- Tercampur benda bukan najis
- Tercampur dengan sesuatu yang larut dalam air (misal, lumpur)
- Bisa dipisahkan dengan air
- Mengubah nama air (misal, air kopi)

b. Musta'mal, ada 4 syarat
- Sudah digunakan untuk basuhan wajib dalam bersuci (misal, basuhan pertama pada rambut saat wudu)
- Airnya kurang dari 2 kolah
- Terlepas dari kulit 
- Tidak berniat iqtirot (meniatkan tangan sebagai cibuk)

Air jenis ini sebenarnya tidak najis, bahkan termasuk dalam jenis air suci. Hanya saja tidak memiliki sifat-sifat air yang bisa mensucikan.

Kita sering berwudu sebelum sholat. Sebagian besar orang yang melakukan wudu, mereka membasuh anggota badan sebanyak 3 kali karena itu termasuk sunnah wudu menurut beberapa madzhab. Tetapi yang harus kita tahu bahwa rukunnya hanya satu kali basuhan saja. Sehingga setelah basuhan pertama itu, air yang jatuh  bersifat musta'mal dan tidak bisa dipakai lagi untuk berwudhu. Berbeda dengan air yang jatuh dari basuhan kedua, dia tidak bersifat musta'mal. Karena hadats sudah terbuang oleh basuhan wudhu yang pertama. 

3. Air Mutanajis
Ada 2 syarat air menjadi mutanajis:
a. Jika air tersebut 2 kulah atau lebih, terkena najis hingga berganti warna, bau, dan rasa.
b. Jika air tersebut kurang dari 2 kulah, langsung menjadi mutanajis air tersebut.

Sekarang bagaimana cara menentukan 2 kulah itu?

Ada 2 cara untuk menetapkan air 2 kulah:

Pertama, dengan menetapkan atau melihat ukuran wadah air. 
Perinciannya adalah sebagai berikut:

1. Apabila wadah yang digunakan adalah wadah berbentuk persegi empat, maka panjang, lebar dan kedalaman minimal wadah tersebut adalah 1 seperempat dziro’. 

2. Apabila wadah yang digunakan adalah wadah berbentuk prisma segitiga, maka panjang ketiga sisinya adalah 2 setengah dziro’ dan kedalamannya 2 dziro’.

3. Apabila wadah yang digunakan berupa wadah berbentuk lingkaran, maka lebarnya adalah 1 dziro’ dan kedalamannya 2 setengah dziro’.

(1 Dziro’ = 48 cm)

Kedua, dengan menetapkan atau melihat isinya.  Terdapat perbedaan diantara Ulama’ mengenai kadar air 2 kulah;

1. Versi keterangan dalam kitab Fathul Qodir karya KH M Makshum Ali, volume air 2 kulah adalah 174,58 liter

2. Menurut keterangan dalam kitab Ghoyatul Muna Syarah Safinatun Naja karya Syaikh Muhammad bin Ali bin Muhammad Ba ‘Athiyyah Ad-Du’ani, volume air 2 kulah adalah 216 liter.

3. Menurut keterangan dalam kitab At-taqrirot As-Sadidah, volume air 2 kulah adalah 217 liter.

4. Menurut keterangan dalam kitab Al-fiqhul Islami Wa Adillatuh karya Syaikh Dr. Wahabah Az-Zuhaili, volume air 2 kulah adalah 270 liter.

Wallohu a’lam. Saya juga kurang faham mengenai jumlah yang pasti. Barangkali ada diantara pembaca sekalian yang lebih faham mengenai hal ini silahkan tinggalkan komentar.

4. Air Musyamas/Thohir Muthahir bil Karohah (Suci mensucikan tapi makruh digunakan)
Syarat air musyamas adalah :
-Wadahnya terbuat dari logam
-Terkena matahari langsung
-Berada di daerah kenabian (Arab, dan sekitarnya)
-Thohir Muthohir

Empat syarat itu harus terpenuhi semua. Jika salah satu tidak ada, maka sifat air tersebut masih suci mensucikan dan tidak makruh.

Kita ambil contoh, misalkan air laut di daerah Arab. Air ini memenuhi 3 syarat Musyamas, yakni terkena matahari langsung, berada di daerah kenabian, dan Thohir Muthohir. Tetapi tidak ditempatkan pada wadah yang terbuat dari logam, maka sifat air ini suci mensucikan dan bisa dipakai untuk bersuci.

CARA MENCUCI YANG SYAR'I
Seringkali kita mendapati laundry syar'i di pinggir jalan. Sehingga membuat banyak sekali orang-orang muslim tertarik untuk menggunakan jasa mereka. Ternyata ada beberapa pihak yang belum faham mengenai makna laundry syar'i yang sebenarnya. Setelah ditanya, laundry syar'i menurut mereka adalah ketika pakaian antara laki-laki dan perempuan dipisahkan saat di dalam mesin cuci.

Sekarang mari kita belajar bersama tentang cara mencuci pakaian yang benar menurut fiqh. Ini sesuai yang telah diajarkan oleh guru kami di Rumah Muda Indonesia, Ust. Adhli Al-Qarni. Kali ini saya akan menuliskan dengan 2 metode. Anggap saja metode pendek dan metode panjang.

Metode pendeknya adalah ketika kita mencuci pakaian, terlebih dahulu pisahkan antara pakaian kotor dengan air. Pastikan status air yang kita gunakan untuk mencuci adalah suci.

Setelah itu, masukkan air ke pakaian kotor, jangan sebaliknya. Karena kita tidak tau apakah pakaian yang kita cuci itu mengandung najis atau tidak. Sehingga ketika air yang mendatangi pakaian, status air yang tersisa nanti bersifat musta'mal, yakni suci tapi tidak mensucikan. Jika pakaian yang mendatangi air dan ternyata pakaian mengandung najis, maka status air menjadi mutanajis, hilang kesuciannya dan hilang sifat suci air tersebut.

Metode panjangnya adalah, sebagai berikut:
1. Pisahkan terlebih dahulu antara pakaian yang mengandung najis dengan yang tidak terkena najis. Mungkin antara pakaian yang terkena pipis, darah, nanah dengan pakaian yang terkena keringat, debu, atau mungkin tanah. Apakah tanah itu suci? Ya, karena tanah itu berasal dari bumi yang hakikatnya suci selagi tidak terkenal najis.

2. Guyur pakaian-pakaian kotor dengan menggunakan air sehingga najis akan terdorong dan hilang. Setelah najis dan kotoran dipastikan hilang, silahkan menggabungkan pakaian-pakaian yang dipisahkan tadi.

3. Pakaian yang telah diguyur tadi kemudian direndam dengan sabun/detergent dan disikat untuk menghilangkan najis kembali. Boleh juga tanpa direndam, cukup disikat saja karena sebelumnya sudah diguyur dengan air. 

4. Bila menggunakan mesin cuci, masukkan pakaian dahulu baru kemudian air. Lagi-lagi karena mengantisipasi sifat air nanti akan menjadi mutanajis.

5. Saat mengguyur air, pastikan air masuk ke serat pakaian sehingga najis dan kotoran terdorong sempurna. Pastikan juga pakaian kita bersih sehingga tidak sia-sia pekerjaan kita dari awal sampai akhir.

Wallahua'lam
Semoga bermanfaat.