Showing posts with label semarang. Show all posts
Showing posts with label semarang. Show all posts

Thursday, 17 October 2024

  


Selepas waktu magrib, aku keluar sebentar untuk mencari cemilan ke supermarket. Eh ... tiba-tiba mulut pengin ketawa aja pas lihat ada minyak goreng mereknya 'Sovia'. Oh ... ternyata Sovia itu minyak goreng ya? pantesan kok dia jago banget menggoreng hatiku. Ea .... #apaanSih! 


Nah, sepulang beli cemilan, Karim tiba-tiba mengajak kami untuk jalan-jalan ke Kota Lama. What? Kan besok aku balik Bogor! uangku makin nipis dong! Sejurus kemudian aku mencari informasi mengenai biaya masuk ke Kota Lama. 

Asik ... ternyata gratis! cuma perlu bayar buat parkir motor. Santuy ... paling juga enggak sampai 10.000, kan? ehehehe. Langsung saja, Ata mengajak Burhan, teman kosnya, untuk ikut.

Oke ... sekarang kita kenalan dulu sama teman-temanku.


Dari yang paling kiri, dengan senyum yang paling lebar, namanya Karim. Geser ke kanan, yang pakai kaca mata bernama Tria. Sedangkan cowok berkemeja yang katanya mirip Azof Rangga bernama Burhan. Sebelahnya lagi yang paling imut bernama Ata.

Aku heran kenapa Karim mengajak kami ke Kota Lama. Padahal, masih banyak tempat di sekitar kos yang bisa dikunjungi. Warung kopi misalnya. Ehehehe, kan bisa sekalian ngobrol sambil ngisi perut.


Kawasan Kota Lama Semarang berada di Jalan Gelatik No. 35, Purwodinatan, Kecamatan semarang tengah, Kota Semarang, jawa Tengah. Lokasinya sangat dekat dengan Stasiun Tawang dan tak begitu jauh dari Stasiun Poncol.


Dari Stasiun Tawang, Kota Lama hanya berjarak sekitar 1,5 km. Jarak segitu sih ... kalau mau hemat, bisa jalan kaki saja. Iya, kan?


Hem ... sebenarnya, di Semarang juga sudah ada Bus Trans atau yang lebih dikenal dengan nama BRT. Hanya dengan Rp3.500 saja, kita sudah bisa berkeliling Semarang. Nah, dari mana pun arahnya, kita bisa  naik BRT, lalu bilang ke kondektur kalau mau ke Kota Lama. Beres!


Seperti yang sudah aku jelaskan di atas, sebelum berangkat menuju Kota Lama, aku browsing terlebih dahulu untuk melihat harga tiket. Ternyata yang dikatakan oleh Mbah Gugel memang benar, masuk Kota Lama GRATIS.

Meskipun biaya masuknya gratis, namun kita masih dibebankan untuk bayar parkir. Hehehe.



Menyusuri setiap sudut di Kota Lama, kita berasa sedang hidup di masa lalu dan merasakan suasana Kota Semarang pada zaman dulu. 

Selama 24 jam, Kawasan Kota Lama tak pernah sepi dengan pengunjung. Ini membuktikan bahwa ternyata masih banyak masyarakat yang mencintai sejarah (meskipun hanya untuk berfoto). Beberapa komunitas juga selalu hadir untuk meramaikan kawasan Kota Lama. Mulai dari komunitas pecinta anime, komunitas cosplay, komunitas musik, hingga komunitas literasi, mereka tak pernah absen meramaikan kota lama.


Kawasan Kota Lama memiliki luas +30
  hektare. Pada abad 19-20, kawasan ini menjadi pusat perdagangan. Kawasan Kota Lama memiliki banyak perbedaan dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga akan terlihat sekali perbedaan suasana Semarang tempo dulu dengan masa kini.

Salah satu ikon Kota Lama adalah GPIB Immanuel Semarang atau yang lebih dikenal dengan nama Gereja Blenduk. Gereja Blenduk merupakan Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah yang dibangun oleh masyarakat Belanda  pada tahun 1753, dengan bentuk oktagonal.


Setiap sudut di Kota Lama sebenarnya sangat keren untuk diambil gambar.  Berasa klasik banget. 


Nah ... bagaimana? sudahkah kalian berkunjung ke Kota Lama Semarang? Buka 24 jam loh! sayang banget kalau enggak dikunjungi. Ehehehe.

Monday, 31 May 2021


Seperti yang sudah aku tulis di postingan sebelumnya, bahwa Semarang adalah kota yang dipenuhi dengan tempat wisata. Mulai dari wisata laut, gunung, museum, semuanya ada di Semarang.

Salah satu wisata terkenal yang ada di Kota Semarang adalah Klenteng Sam Poo Kong. 


Mengenal Sam Poo Kong
Sam Poo Kong  merupakan tempat persinggahan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Laksamana Cheng Ho.

Pada abad ke-15, Laksamana Ceng Ho sedang melakukan pelayaran dengan tujuan  untuk menyusuri lautan jawa dan berakhir hingga di sebuah semenanjung. Namun sayangnya, banyak awak kapal yang menderita sakit. Karena hal itu, Laksamana Ceng Ho meminta nahkoda untuk menepikan kapal dan melakukan pendaratan.


Lokasi Sam Poo Kong
Sam Poo Kong berlokasi di Jalan Simongan, Bongasari, Kota Semarang.

Untuk menuju ke Sam Poo Kong, kita bisa menaiki bus Trans Semarang (atau orang Semarang biasa menyebut Bis BRT). Biayanya hanya Rp3.500 untuk warga umum, dan Rp1.000 untuk pelajar. Murah banget, kan?

Namun jika ingin memakai kendaraan pribadi, jarak dari Stasiun Tawang kurang lebih hanya 6 km. Rutenya adalah melalui jalan pemuda, kemudian menuju Jalan Merak dan Jalan Branjangan, lalu ke arah Jalan Letjen Suprapto.


Biaya masuk Sam Poo Kong
Biaya masuk ke Sam Po Kong ini hanya 8ribu rupiah saja. Tetapi, kalau ingin menjelajah seluruh kawasan ini maka Anda akan dikenakan tiket terusan sebesar 28ribu rupiah.


Sam Poo Kong Menurutku
Klenteng Sam Poo Kong didominasi oleh warna merah, dimana warna ini merupakan warna yang sangat terang. Melambangkan ketegasan dan keberanian.

Saat menyusuri tiap sudut di Sam Poo Kong, aku berasa sedang berada di negara Cina. Mulai dari desain bangunannya, warna, sampai suasana lingkungan yang ada benar-benar seperti di Cina.

Karena Sam Poo Kong berada dekat dengan jalan raya, wisata ini akhirnya jadi ramai oleh pengunjung. Tentu saja, buatku yang kurang suka keramaian di tempat wisata, hal ini kurang menyenangkan. Namun, beda orang, beda perasaan. Hehehe.