Showing posts with label REVIEW. Show all posts
Showing posts with label REVIEW. Show all posts

Thursday, 6 November 2025

Setiap tiga bulan sekali, Pondok Pesantren Orenz Miftahul Barokah mengadakan kegiatan rihlah — perjalanan santai yang menjadi momen istimewa bagi para santri untuk sejenak keluar dari rutinitas pondok. Kegiatan ini selalu ditunggu-tunggu, terutama oleh santri kelas VIII yang terkenal paling antusias kalau sudah mendengar kata “rihlah.”


Kali ini, tujuan kami adalah Lembah Tepus, Pamijahan — tempat yang dikenal dengan airnya yang jernih dan menyegarkan. Sejak awal keberangkatan, suasana sudah terasa hangat. Saya mendampingi para santri bersama Bu Windy, Bang Jalu, dan para pendamping kamar kelas VIII.

Kami berangkat menggunakan angkot yang sudah dibagi perkelompok, sementara saya sendiri memilih naik motor bersama salah satu santri bernama Fhajar. Sepanjang perjalanan, Fhajar tak henti bercerita — tentang pelajaran di pondok, tentang teman-temannya, dan tentu saja tentang rencana seru bermain air di Lembah Tepus. Obrolan di atas motor itu sederhana, tapi penuh semangat khas anak pondok yang polos dan jujur.


Sesampainya di Lembah Tepus, udara sejuk langsung menyapa. Pepohonan rindang dan suara gemericik air membuat suasana begitu tenang. Anak-anak tampak tak sabar ingin segera bermain air, dan benar saja, begitu izin diberikan, mereka langsung berlarian ke sungai. Tawa mereka terdengar di mana-mana.


Airnya memang sangat segar — sampai-sampai beberapa santri berteriak kecil karena kedinginan, tapi tetap enggan berhenti bermain. Ada yang berendam, ada yang saling menyiram, ada pula yang duduk di tepi batu besar sambil bercanda.

Sambil mereka bermain, kami para pendamping menyiapkan makan siang. Kali ini agak berbeda, karena kami masak sendiri dengan kompor portabel. Suasananya jadi terasa seperti berkemah. Bu Windy menyiapkan bumbu, Bang Jalu sibuk menyalakan kompor, sementara saya membantu memotong bahan dan mengawasi anak-anak yang sesekali ikut membantu (atau malah mencicipi duluan).


Aromanya semerbak ke mana-mana, apalagi saat mulai matang. Setelah semuanya siap, kami makan bersama di tepi sungai. Beberapa mencari tempat yang enak.


Menjadi pendamping di kegiatan seperti ini selalu memberi pengalaman berharga. Di balik tawa dan keseruan santri, ada momen-momen kecil yang menghangatkan hati — melihat mereka saling membantu, berbagi makanan, dan menikmati kebersamaan tanpa sekat.

Rihlah kali ini bukan sekadar jalan-jalan. Ia menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sering hadir dalam kesederhanaan — dalam tawa santri, dalam udara segar, dan dalam seulas senyum setelah makan bersama di tepi air yang bening.

Thursday, 26 December 2024

 

Sebagai seorang guru, saya merasa sangat terinspirasi dan tersentuh setelah menonton film Laskar Pelangi. Film ini, yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata, membawa saya untuk merenungkan kembali peran pendidikan dalam kehidupan setiap individu, khususnya di daerah yang kurang mendapat perhatian.


Laskar Pelangi menceritakan kisah perjuangan 10 anak dari desa terpencil di Belitung, yang dipimpin oleh seorang guru wanita bernama Bu Muslimah, yang penuh dedikasi dan pengabdian. Walaupun terbatas oleh segala keterbatasan, mulai dari fasilitas hingga dukungan, semangat belajar mereka tidak pernah padam. Setiap anak di dalam kelompok ini memiliki karakter dan impian yang berbeda, namun mereka semua bersatu karena kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan rasa ingin tahu yang besar.


Sebagai seorang guru, saya bisa merasakan betapa beratnya tugas Bu Muslimah dalam mendidik dan membimbing anak-anak yang hidup dalam kondisi yang penuh tantangan. Dedikasinya untuk mencerdaskan anak-anak, meskipun harus berhadapan dengan berbagai kekurangan, mengingatkan saya pada nilai-nilai yang seharusnya dimiliki oleh setiap pengajar: kesabaran, ketulusan, dan komitmen untuk melihat anak-anak tumbuh dan berkembang.


Salah satu hal yang sangat mengena bagi saya adalah bagaimana film ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu secara akademis, tetapi juga tentang bagaimana guru dapat menjadi pilar untuk memberi semangat, kepercayaan diri, dan harapan bagi anak-anak. Di tengah keterbatasan sarana dan prasana, para siswa di Laskar Pelangi menunjukkan bahwa kemauan dan semangat yang tinggi jauh lebih penting daripada fasilitas yang ada.


Pesan lain yang tersampaikan adalah tentang pentingnya menghargai setiap individu, terlepas dari latar belakang atau kondisi ekonomi mereka. Anak-anak dalam Laskar Pelangi mungkin tidak memiliki segalanya, namun mereka memiliki mimpi dan rasa ingin tahu yang kuat, yang seharusnya menjadi inspirasi bagi kita semua, terutama sebagai pendidik.


Secara visual, film ini sangat menggugah hati. Lanskap Belitung yang indah memberikan latar belakang yang kuat untuk cerita, namun yang lebih penting adalah bagaimana karakter-karakter dalam film ini digambarkan dengan sangat manusiawi. Saya merasa sangat dekat dengan setiap anak dalam kelompok Laskar Pelangi—mereka tidak hanya sekadar murid, tetapi juga bagian dari perjalanan kita sebagai guru.


Akhir kata, Laskar Pelangi bukan hanya sebuah film yang menyentuh, tetapi juga mengajarkan kita tentang nilai-nilai pendidikan sejati: perjuangan, harapan, dan cinta yang tanpa syarat. Sebagai seorang guru, film ini mengingatkan saya untuk terus berusaha memberikan yang terbaik bagi murid-murid saya, tidak peduli seberapa besar tantangan yang saya hadapi. Pendidikan adalah kunci untuk membuka dunia yang lebih baik, dan film ini adalah bukti nyata dari hal tersebut.

Monday, 4 November 2024

Malam itu, suasana di pondok terasa tenang dan damai setelah semua santri sedang bersiap istirahat Aku merasa butuh sedikit angin segar dan waktu bersantai, jadi aku memutuskan untuk mengajak pengurus pondok keluar. Adnan, Rizqi, dan Izzah adalah teman-temanku malam ini—mereka adalah santri pengabdian yang baru saja lulus dari pondok pesantren tempatku mengajar. Tahun lalu, mereka adalah murid-muridku, tetapi kini mereka sudah menjadi pengurus yang hebat.


Setelah memastikan semua siap, kami berangkat menuju tempat makan yang sudah terkenal di kalangan kami: Sambal Bakar Indonesia di Dramaga. Tempat ini terletak di sebelah Mie Gacoan, dan kami semua sudah tak sabar mencicipi menu yang ditawarkan.


Setibanya di Sambal Bakar Indonesia, kami langsung disambut aroma menggugah selera. Menu yang beragam membuat kami semakin bersemangat. Tanpa ragu, aku memesan kulit ayam dengan sambal bakar bawang yang terkenal. Adnan, Rizqi, dan Izzah memilih berbagai menu ikan yang terlihat menggoda. 


Saat makanan datang, rasa tak sabar kami langsung terbayar. Kulit ayam yang garing dan sambal bakar bawang yang pedas berpadu sempurna, membuatku tak berhenti mengunyah dengan penuh kenikmatan. Meskipun harga makanan di sana cukup menguras kantong, kebersamaan kami dan makanan yang enak membuat segala sesuatunya terasa sangat berharga.



Tips Menikmati Makan Enak Meskipun Harganya Mahal

1. Pilih Tempat yang Tepat: Temukan restoran yang dikenal dengan menu spesial. Makanan berkualitas sering kali sebanding dengan harga yang dibayarkan.


2. Bagi Porsi: Ajak teman untuk berbagi porsi. Dengan cara ini, kalian bisa mencicipi berbagai hidangan tanpa harus mengeluarkan banyak uang.


3. Ciptakan Suasana: Nikmati suasana tempat makan. Diskusikan kenangan atau cerita menarik bersama teman-teman saat menikmati hidangan.


4. Coba Menu Spesial: Jangan ragu untuk mencoba menu spesial restoran. Meskipun harganya lebih tinggi, pengalaman mencicipi makanan baru sangat berharga.


5. Prioritaskan Kualitas: Ingat bahwa harga yang lebih tinggi sering kali mencerminkan kualitas. Makanan yang lezat dapat memberikan kepuasan tersendiri.


6. Rencanakan Budget: Tetapkan anggaran sebelum pergi. Dengan anggaran yang jelas, kamu dapat memilih dengan lebih leluasa tanpa merasa khawatir.


7. Fokus pada Kebersamaan: Nikmati momen bersama teman. Terkadang, pengalaman berbagi makanan enak lebih berharga daripada biaya yang dikeluarkan.


Dengan semua kenangan indah dari malam itu, aku merasa sangat senang bisa menghabiskan waktu dengan Adnan, Rizqi, dan Izzah. Makanan yang enak dan kebersamaan kami membuat malam itu semakin berarti!

Thursday, 17 October 2024

   


Basa-Basi Dulu
Perjalanan kali ini kayaknya jadi perjalanan paling melelahkan buatku. Nggak kayak tahun sebelumnya, mudik mengendarai motor kali ini sungguh terasa melelahkan. Entah itu disebabkan karena berat badanku yang mulai naik, atau karena tulang-tulangku yang sudah mulai menua. Rasanya perjalanan panjang kali ini kerasa beraaaaat banget. *lebay

Tanggal 19 kemarin, aku memutuskan untuk balik ke Bogor. Kali ini aku balik ke Bogor mengendarai motor dari Jombang. Sebenernya waktu rundingan sama teman-teman buat mudik naik motor, aku antara setuju dan tidak. Soalnya pas dibayangin, kayaknya tuh rasanya bakal capek banget. Tapi kalau dipikir-pikir, naik motor tuh seru juga. Akhirnya, kita ketok palu, mudik kali ini kita naik motor!

Sebenarnya, pemerintah udah ngeluarin aturan tentang larangan mudik. Tapi, anu, kita kayaknya masih belum bisa jadi warga negara yang baik, deh. Bukan berarti juga kita nggak sayang sama keluarga, tapi insyaAllah, kita udah memastikan kalau kita udah bebas dari virus. Soalnya, kita pun sebelumnya juga udah swab test. *ke depannya mah kita serahin sama Allah.

Perjalanan Jombang-Bogor
Aku berangkat dari Jombang bareng sama temanku menuju ke Batang. Di Batang, kami menemui teman kami yang tinggal di sana, kemudian kami berangkat bertiga menuju Bogor.

Perjalanan dari Jombang menuju Batang kurang lebih menghabiskan waktu 8 jam. Kami memilih rute pantura, yakni dari Jombang, menuju Lamongan, kemudian ke Tuban, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kendal, kemudian Batang.

Sebenarnya ada jalur yang lebih dekat, yakni lewat jalur tengah, melalui Nganjuk, Madiun, Solo, Semarang, lanjut Batang. Namun rasanya jiwa jalan-jalan kami meronta-ronta, jadi lah, kami kemudian memilih jalur panjang.

Perjalanan ini membuat tulang ekorku terasa sakit. Semua badan seperti diremas-remas. Entah karena apa itu, padahal kami pun sering berhenti untuk istirahat.

Memutuskan Bermalam di Cirebon
Pukul 23.00 WIB, kami tiba di Kabupaten Cirebon, wilayah pertama yang menyapa saat mulai memasuki Provinsi Jawa Barat. Kami kemudian memutuskan untuk bermalam di Cirebon saja.

Biasanya, kami menginap di SPBU, masjid, kantor polisi, atau supermarket (yang sudah tutup). Namun entah kenapa tadi semua badan capek banget. Rasanya kepengin nempel di kasur. Apalagi, kami juga bawa tiga buah laptop. Khawatir terjadi apa-apa kalau bermalam di keramaian, akhirnya kami iseng cari penginapan murah di wilayah Cirebon.

Nah, awal mulanya, aku nggak paham gimana caranya cari penginapan. Akhirnya, aku googling pakai kata kunci 'Penginapan Murah Terdekat', Eh ... dapet dong! Sengaja pakai kata 'murah', biar lebih hemat. Hahaha.

Pas pertama buka web-nya, ada banyak banget tulisan yang bikin bingung. Single bed itu apa, double itu apa, terus ada simbol ini, simbol itu.

Akhirnya, sambil cari hotel, aku sekalian belajar maksud dari tulisan-tulisan itu. Oh ... ternyata single bed itu kasur yang ukurannya cuma buat satu orang. Kalau double bed, itu satu kasur yang bisa dipakai buat dua orang.

Terus ada tulisan 'PARKIR', ini maksudnya apa sih? Parkir gratis, atau disediakan tempat parkir?

Dapat Tempat Penginapan Sesuai Harapan
Setelah googling, akhirnya muncul beberapa pilihan. Kami kemudian diskusi panjang lebar dan akhirnya ada satu hotel yang menarik perhatian kami. Namanya adalah The Lima Guest House Syariah. Alasan kami memilihnya adalah :

1. Harganya murah
2. Jaraknya sangat dekat dari Pantura
3. Fasilitasnya banyak

Tiga hal itu pun jadi alasan kuat kami untuk memilih tempat tersebut. Jarak dari pantura kurang lebih 3 km. Cukup dekat. Hanya butuh waktu 5 menit untuk menjangkau lokasi. Lokasinya berada di  Jl. Rajawali Timur II No.15 Larangan, Kec. Harjamukti, Kota Cirebon Jawa Barat. Bagi kami yang udah capek dan ngantuk banget, tentu saja ini sangat menarik.


Harga untuk satu kamarnya adalah Rp109.000, di mana dalam satu kamar itu ada dua kasur. Satu kasur adalah single bed, dan satunya lagi adalah double bed. Ini sesuai harapan kami, karena kami kan bertiga. Dari harga tersebut, aku dan teman-teman udah dapat fasilitas yang menurutku bagus banget.


Ternyata, di The Lima GH Syariah ini disediakan tempat parkir dan gratis. Tentu saja ini membuat hati kami tenang. Apalagi kami bawa oleh-oleh banyak dari kampung. Kalau motor diparkir di luar dan tanpa dipantau, bisa lari kemana oleh-oleh itu?


Oh iya, untungnya hotel ini melayani tamu selama 24 jam. Jadi, karena kami datang tepat jam 12 malam, mereka tetap melayani kami dengan ramah.


Bagi para perokok tak perlu cemas. The Lima GS Syariah menyediakan ruang khusus bagi perokok. Jadi bagi yang merokok, ada ruang tersendiri. Sehingga, mereka yang tidak merokok dapat tetap terjaga dari asap rokok.


Meski harganya murah, namun fasilitas di hotel ini nggak murahan loh. Kamarnya bersih banget, ada Wifi gratis, TV, kamar mandi yang bersih, dan tentu saja AC. 

Pas mau ke kamar mandi, ternyata di hotel tuh disediain sandal juga ya. Sayangnya nggak bisa dibawa pulang sih.


Nah ... gimana gaes? Udah tertarik buat nginap di The Lima Guest House, belum? Kalau kamu lagi mudik lewat pantura, cobain mampir deh. Pasti mimpi tidur kalian bakal nyenyak.

Monday, 29 May 2023


Waktu awal nonton trailer film Hati Suhita, aku enggak terlalu berekspektasi tinggi terhadapnya.  Cerita yang diangkat sebenarnya udah terlalu umum dan membosankan di kalangan drama perfilman Indonesia. Selain karena hal tersebut, sebagai penikmat film horor, menonton film drama-drama begini adalah sesuatu yang bikin mengantuk. Hehe.

Film ini bercerita tentang perjodohan yang dialami oleh Gus Biru terhadap perempuan bernama Alina Suhita. Gus Biru merupakan anak seorang pengasuh pesantren yang pada awalnya diminta untuk meneruskan kepemimpinan di pesantren tersebut, hanya saja ia tak mau. Gus Biru lebih memilih untuk membuka bisnis kafe yang tentu saja bertolak belakang dengan kehidupan pesantren. Atas dasar tersebutlah, ia kemudian dijodohkan dengan Alina Suhita dengan harapan agar Alina Suhita dapat melanjutkan tongkat kepemimpinan di pesantren yang dipimpin oleh orangtua Gus Biru.

Setelah perjodohan dan pernikahan dilaksanakan, Gus Biru dengan santainya mengatakan kepada Alina Suhita kalau ia tidak mencintai Suhita dan tidak akan menyentuhnya.

Sebelum menikah dengan Suhita, Gus Biru memiliki pacar bernama Rengganis. Gus Biru sangat mencintai Rengganis. Karena menikah dengan Suhita, Gus Biru harus mengakhiri hubungan asmaranya dengan Rengganis. Dari cerita tersebut, kita tentu saja sudah bisa menebak bahwa alur cerita yang akan disampaikan pada film ini adalah pernikahan yang terpaksa, kemudian ada orang ketiga di dalamnya.

Sangat membosankan, bukan?

Yups ... secara garis besar memang membosankan. Tapi, bentar deh, film Hati Suhita mengemas cerita tersebut dengan nikmat dan menyenangkan.

Konflik Cinta Tanpa Antagonis
Meski bercerita tentang cinta segitiga dalam rumah tangga, namun tidak ada tokoh antagonis yang ditampilkan dalam film Hati Suhita.

Tokoh Rengganis yang menjadi pacar Gus Biru sebelum menikah tak menunjukkan watak yang jahat. Karakter yang ditampilkan tidak berlebihan dan apa adanya sebagai seorang 'mantan kekasih'. Rengganis ditampilkan sebagai tokoh masa lalu Gus Biru dan penyebab konflik cerita. Meski begitu, ia bukan tokoh yang menginginkan rumah tangga Gus Biru dan Suhita retak.

Rengganis justru tampil sebagai tokoh yang kuat dan tegar. Ia hadir sebagai wanita yang beberapa kali malah membuat rumah tangga Gus Biru dan Suhita tidak hancur.

Komposisi Komedi yang Natural
Aruna, salah satu tokoh yang diceritakan sebagai sahabat Suhita, tampil dengan gaya bicara yang humoris. Sebagai orang Jawa Timur, menurutku Aruna berhasil menampilkan logat Jawa Timur-an dengan baik. Gaya humor yang disampaikan oleh Aruna sangat natural dan berhasil membuatku tertawa ringan.

Gaya polos Aruna tak terkesan dibuat-buat. Aku bahkan sampai terngiang-ngiang dengan logat yang dibawakannya. Berasa sedang menyaksikan teman-temanku di Jawa Timur yang sedang bicara.

Seperti Menyimak Kehidupan Nyata
Alina Suhita sebagai tokoh yang 'tersakiti' dalam film ini, tidak melulu larut sebagai perempuan yang lemah.  Ia bahkan berhasil menyulap diri sebagai teman berbincang Rengganis.

Suhita dan Rengganis sama sekali tidak memunculkan adegan perselisihan di sepanjang film. Keduanya hadir sebagai tokoh yang sama-sama tegar, namun penonton dapat dengan nikmat menikmati ketegaran keduanya seperti nyata.

Hadirnya Desi Ratnasari dan Slamet Rahardjo menjadikan drama dalam Hati Suhita semakin nyata. Kekecewaan ibu Gus Biru ketika mengetahui konflik dalam rumah tangga anaknya, benar-benar menunjukkan kekecawaan seorang ibu terhadap anaknya yang melakukan kesalahan besar.

Nasihat Film disampaikan Tanpa Terkesan Menggurui
Dalam film Hati Suhita, terdapat nasihat yang yang bisa dijadikan prinsip ataupun pegangan hidup terutama bagi para  perempuan. Meski begitu, setiap tokoh memberikan nasihat tanpa ada kesan menggurui.

Saturday, 20 May 2023

 

Tentang Eremi 

Eremi adalah salah satu brand kaos lokal yang fokus pada desain-desain islam dengan motif yang kekinian. Saat pertama kali melihat akun eremi, aku langsung jatuh cinta melihat desain-desain kaos yang ditawarkan.

Warna desain dan kaos yang disediakan tak bervariasi, namun cukup elegan untuk dinikmati. Kaos Eremi berwarna hitam dengan desain gambarnya adalah kuning dan abu-abu. Ya, dua warna itu saja! 

Pertama kali aku melihat akun instagram eremi, aku langsung yakin kalau akun ini bukanlah akun abal-abal. Followersnya saat ini sudah mencapai 10K.

Pendapatku sebagai seorang netijen kelas kakap, desain eremi ini benar-benar simpel dan elegan. Pertemuan warna hitam dan kuning terasa begitu hidup. Kuning mewakili warna terang, sementara hitam mewakili warna gelap. Hal ini membuktikan bahwa ketika kekurangan bertemu dengan kelebihan, maka akan muncul kesempurnaan (Eh ... gimana, gimana?)

Berfokus pada materi gambar di dalamnya, tak begitu ramai ilustrasi yang dimunculkan. Desain eremi menggambarkan tokoh-tokoh islam yang banyak dikenal oleh kita. Sedikit gambar yang mewakili tokoh, kemudian ditambah julukan yang melekat pada tokoh tersebut, membuat desain eremi mudah direkam oleh mata kita.


Pilihan Desain Kaos Eremi

1. Bilal Bin Rabbah : The Muadzin of Prophet Muhammad

2. Uwais al-Qorny : Famous Human in the sky

3. Abdurrahman Bin Auf : The Golden Hands

4. Khalid Bin Walid : The Sword of God

Mengapa Harus Beli Kaos Eremi

Dari segi pelayanan, admin eremi benar-benar ramah dan sabar banget melayani pembeli. Setiap pertanyaan pembeli akan dijawab dengan detil oleh adminnya. Selain pelayanan admin yang ramah, beberapa kelebihan jika membeli produk di Eremi adalah :

👍Kualitas Kaos yang Adem

Kaos eremi terbuat dari bahan cotton combed 24s. Kaos jenis ini merupakan jenis yang adem jika dipakai.

👍Kualitas Sablon yang Oke

Ini review jujur ya, menurutku sablon eremi ini bagus banget. Pas dipegang di bagian sablon, rasanya licin dan halus banget. 

👍Harga yang Bersahabat

Harga setiap kaos eremi sangat terjangkau. Setiap kaos dibandrol di bawah 100K. Dan tentu saja, setiap pembelian yang menggunakan kode promo akan mendapatkan potongan harga.

👍Saran

Menurutku, eremi perlu memperbanyak lagi desain kaosnya. Karena saat ini, dengan empat desain kaos, pembeli tentu selalu penasaran dengan desain-desain yang akan eremi tawarkan.

Pramudya, peraih medali emas SEA GAMES 2023 cabang olahraga badmintoon ganda putra, sedang menggunakan kaos Eremi
Cara Membeli Kaos Eremi
Nah, buat temen-temen yang penasaran kepengin beli kaos produk dari Eremi, bisa langsung kunjungi akun instagramnya di @eremi.id, setiap keuntungan dari penjualan eremi, akan diberikan untuk dana operasional Pondok Pesantren yang berada di Bogor.

Friday, 19 May 2023


Mahfuzhat, Kumpulan Kata Mutiara Islam-Arab yang diajarkan di Pondok Pesantren dan Madrasah merupakan salah satu judul buku yang diterbitkan oleh Tim Rene Islam. Buku ini berisi kumpulan kata-kata bijak, peribahasa, pepatah islam maupun Arab yang disusun sedemikian rupa sehingga mudah dalam dihafal oleh kalangan santri.

Pengertian Mahfuzhat
Secara bahasa, Mahfuzhat berarti 'kalimat-kalimat yang dihafal'. Dinamakan demikian karena memang kalimat-kalimatnya berisi kata-kata bijak yang harus diketahui dan dihafal.

Setelah dihafal, kalimat pada mahfuzhat seolah memberikan suntikan semangat dan energi positif terutama kepada para santri di pondok pesantren. Proses pembelajaran yang pada mulanya terasa seperti siksaan, berubah menjadi hal positif yang menyenangkan dikarenakan kalimat-kalimat pada mahfuzhat tersebut.

Salah satu ungkapan yang paling populer terutama di dunia pondok pesantren adalah Man Jadda Wa Jadda, yang berarti "Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti berhasil".


Peran Mahfuzhat Bagi Santri
Di dunia pondok pesantren, pelajaran mahfuzhat diajarkan untuk memperkenalkan kata mutiara, gaya bahasa, dan susunan kalimat (uslub) bahasa Arab yang indah kepada para santri, seraya memberikan asupan yang bermutu untuk jiwa mereka.

Bagi para santri, belajar di pondok pesantren adalah sesuatu hal berat yang harus dijalani. Para santri harus bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan tahajud, kemudian dilanjut dengan ibadah-ibadah dan kegiatan pembelajaran lainnya hingga malam tiba.

Belajar di pesantren merupakan pilihan berat yang nantinya akan mendatangkan kebagahiaan. Santri percaya bahwa di balik susahnya belajar di pesantren, ada hal besar yang akan datang pada mereka. Para santri rela meninggalkan kesenangan dunia dan belajar di pesantren, demi menuju masa depan di akhirat yang gembira.

Orang yang mengejar dunia itu seperti orang yang meminum air laut. Semakin banyak dia minum, semakin bertambah rasa hausnya. (Buku Mahfuzhat hal. 129)


Dari kalimat tersebut dapat disimpulkan bahwa mengejar dunia itu tidak akan ada puasnya. Semakin dunia dikejar, semakin kita tidak akan merasa puas dengan yang didapat. Hal itulah yang menjadi salah satu penyemangat santri bahwa mempelajari ilmu dunia (saja), tidak akan pernah ada habisnya. Pondok Pesantren adalah kunci untuk membatasinya.



Mengintip isi Buku 'Mahfuzhat',
Buku Best Seller-nya Penerbit Rene Islam
Dalam buku ini, terdapat banyak kata-kata mutiara indah yang dapat dibaca dengan santri. Buku ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni :

1. Bagian Pertama berisi ribuan kata-kata mutiara yang disusun secara alfabetis.
Penyusun telah dengan rapi menyusun kata-kata mutiara dan telah diurutkan sesuai dengan urutan alfabetis huruf hijaiyah. Dimulai dengan kata mutiara yang diawali dengan huruf alif, kemudian dilanjut dengan kata mutiara berawalan huruf ba', ta' tsa', dan seterusnya.
Tinggalkanlah keburukan, niscaya keburukan itu akan meninggalkanmu (Buku Mahfuzhat hal. 23)

2. Bagian Kedua berisi ratusan entri mahfuzhatdari ayat al-Qur'an, hadits, dan bait-bait hikmah yang disusun secara tematik.

3. Bagi Ketiga, berisi ratusan entri mahfuzhat dari nasihat-nasihat para ulama dan syair para pujangga yang disusun sesuai nama tokoh.

Di dalam buku ini juga diberikan tips belajar, cara mempelajari dan mengajarkan mahfuzhat. Hal ini karena mahfuzhat adalah mata pelajaran yang sangat khas.

Berbagai Tema yang ada
di dalam Buku Mahfuzhat
Di dalam buku mahfuzhat ini terdapat kata-kata mutiara yang tersusun dari berbagai permasalahan sehari-hari. Ada banyak tema yang ada pada buku ini, misalkan tentang mencari ilmu, keluarga, cara bersahabat, percintaan, dan berbagai tema lainnya.

Sesungguhnya hati bila kasih sayangnya ternodai, laksana kaca pecah yang pecahannya sukar untuk dipadukan lagi. (Buku Mahfuzhat hal. 58)

 

 Keistimewaan Buku Mahfuzhat

Buku Mahfuzhat terbitan Rene Islam sangat layak dan wajib dimiliki oleh semua kalangan, khususnya kalangan pelajar. Beberapa alasan yang membuat buku ini istimewa adalah :

  1. Lengkap. Memuat ribuan entri mahfuzhat yang tersusun secara alfabetis dan tematik
  2. Sistematis. Tersusun sesuai dengan tema dan tokoh sang penutur
  3. Edukatif. Dilengkapi tips belajar menghafalkan mahfuzhat serta cara mengajarkannya kepada siapapun
  4. Praktis. Desain simpel dan mudah dibaca ke manapun
  5. Inspiratif. Penuh dengan beragam nasihat ulama yang indah secara bahasa dan enak dibaca, serta diterjemahkan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Cara Pembelian Buku
Buku Mahfuzhat dapat dibeli langsung melalui website toko Reneturos.
Mau dapat diskon pembelian sebesar 20%?
Sertakan kode refferal berikut pada saat pembelian : LUTFIYULIANTO